spot_img
spot_img
EditorialASPIRASI MAKIN KERAS! Dorongan Biar Putra Asli Papua Ikut Pegang Kendali di...

ASPIRASI MAKIN KERAS! Dorongan Biar Putra Asli Papua Ikut Pegang Kendali di Perusahaan Tambang Raksasa Makin Nggak Bisa Diabaikan

Aspirasi masyarakat Papua makin kuat mendorong putra asli daerah memimpin PT Freeport Indonesia. Nama Frans Pigome mencuat sebagai kandidat potensial.

Must read

Jayapura, Papua — Suara dari Tanah Papua lagi kencang banget, bro! Masyarakat mulai serius mendorong keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) di posisi strategis, khususnya di tubuh PT Freeport Indonesia.

Selama ini, kursi Presiden Direktur Freeport ternyata belum pernah diisi oleh putra daerah Papua. Kalau ditarik ke belakang, jabatan itu pernah dipegang oleh:

  • Rozik B. Soetjipto (1995–2005)
  • Armando Mahler (2005–2015)
  • Chappy Hakim (2016–2017)
  • Tony Wenas (2018–sekarang)

Dan yup… belum ada satu pun dari Orang Asli Papua.

Freeport Indonesia, Frans Pigome, OAP Papua, pemimpin Papua, Presiden Direktur Freeport, aspirasi masyarakat Papua, tambang Papua, tokoh Papua, keadilan Papua, berita Papua terbaru

Hal ini bikin banyak pihak di Papua mulai angkat suara. Mereka merasa sudah waktunya ada representasi lokal di pucuk pimpinan perusahaan yang beroperasi langsung di tanah mereka sendiri.

Menurut tokoh adat dan masyarakat setempat, ini bukan cuma soal simbol atau formalitas. Lebih dari itu, ini soal keadilan, kepercayaan, dan masa depan pembangunan Papua yang lebih merata.

“Tanah Papua adalah rumah kami. Sudah saatnya kami ikut menentukan arah masa depan di tanah sendiri,” ungkap salah satu perwakilan masyarakat adat.

Di tengah dorongan ini, muncul nama Frans Pigome yang dinilai punya kapasitas dan pengalaman. Banyak yang melihat sosok ini sebagai kandidat potensial untuk membawa perspektif lokal ke level pengambilan keputusan tertinggi.

Buat sebagian masyarakat, kalau putra daerah bisa memimpin, hubungan antara perusahaan dan masyarakat bakal lebih solid. Plus, pembangunan juga bisa lebih terasa adil dan menyentuh langsung ke masyarakat Papua.

ini bukan cuma soal jabatan, tapi soal masa depan Papua yang lebih inklusif.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular