spot_img
spot_img
HeadlinesBikin Haru! Freeport Indonesia Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Bikin Haru! Freeport Indonesia Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Freeport Indonesia menyalurkan bantuan Rp2,5 miliar bagi korban gempa NTT dan mengirim tim medis dari Timika untuk membantu warga terdampak.

Must read

MANGGARAI BARAT — Di tengah situasi sulit yang masih dirasakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi, dukungan kemanusiaan terus berdatangan.

Kali ini, PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di NTT.

Bukan hanya bantuan logistik, PTFI juga mengirimkan Tim Tanggap Darurat untuk membantu warga melalui layanan medis, penyelamatan, evakuasi hingga pendampingan psikososial.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (2/9/2026).

Tony mengatakan, PTFI berusaha bergerak cepat setelah mengetahui kondisi masyarakat yang terdampak gempa. Bantuan dikirim menggunakan penerbangan khusus bersama tim tanggap darurat.

“Semua ini adalah bagian dari kepedulian kami untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana,” kata Tony.

Bantuan Tidak Hanya Berupa Sembako

Bantuan yang diberikan PTFI cukup beragam. Mulai dari perlengkapan tidur, tenda, selimut, perlengkapan kebersihan hingga dukungan untuk pembangunan sekolah darurat.

Dalam penyalurannya, PTFI menggandeng sejumlah lembaga kemanusiaan, di antaranya Human Initiative (HI) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Sebagian bantuan lainnya juga disalurkan melalui Dompet Kemanusiaan Kompas.

Melalui kerja sama dengan Human Initiative, bantuan akan menyasar masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Ada empat sektor utama yang menjadi perhatian, yakni kebutuhan pangan dan gizi, air serta sanitasi dan higiene, hunian dan permukiman, serta layanan kesehatan dasar.

Untuk tahap awal, bantuan tersebut mencakup 700 bedding kits, 700 personal hygiene kits, shelter kit, sembako, lima hunian sementara (huntara), serta empat sekolah darurat.

Sementara itu, PMI mendapat alokasi bantuan berupa masing-masing 300 hygiene kit, sembako, shelter kit, dan bedding kit dengan total nilai sekitar Rp500 juta.

Bantuan tersebut diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

Karyawan Freeport Juga Ikut Bergerak

Kepedulian terhadap korban gempa NTT juga datang dari karyawan PTFI.

Para karyawan menggalang donasi melalui gerakan #PTFIPeduliNTT. Dana yang berhasil dikumpulkan kemudian mendapat tambahan dari perusahaan melalui skema double match.

Gerakan tersebut melibatkan karyawan PTFI yang berada di Timika, Nabire, Gresik, dan Jakarta.

Menurut Tony, kolaborasi antara karyawan dan manajemen ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya datang dari perusahaan, tetapi juga dari orang-orang yang bekerja di dalamnya.

Tim Medis Dikirim dari Timika

Selain mengirim bantuan logistik, PTFI juga menurunkan enam personel Tim Tanggap Darurat.

Tim tersebut terdiri dari dua dokter, satu paramedis, dan tiga rescuer.

Mereka diberangkatkan dari Timika pada 20 Agustus 2026 dan mulai menjalankan operasi lapangan pada 22 hingga 29 Agustus 2026 di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Selama berada di lapangan, tim memberikan pelayanan kepada sekitar 500 pasien.

Mereka juga membantu penanganan medis, penyelamatan serta proses evakuasi korban bencana.

Tidak hanya fokus pada kondisi fisik, tim juga memperhatikan kondisi psikologis warga, terutama anak-anak yang mengalami trauma akibat gempa.

Program trauma healing dilakukan di sejumlah lokasi, seperti Kampung Liang Dalo Desa Golo Wontong, Kampung Waso, Kampung Mbinjar, Desa Maki, dan Desa Golo Mangung.

Pemulihan Masih Panjang

Tony mengatakan, pekerjaan kemanusiaan tidak berhenti ketika masa tanggap darurat selesai.

Menurutnya, masyarakat masih membutuhkan dukungan pada tahap pemulihan. Karena itu, PTFI mengajak perusahaan dan berbagai pihak untuk terus bekerja sama agar warga yang terdampak bencana bisa kembali bangkit.

“Pemulihan membutuhkan waktu dan kerja bersama. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak sangat penting agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan mereka,” ujarnya.

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.

Pemerintah Manggarai Barat mencatat, gempa tersebut berdampak cukup besar terhadap masyarakat. Sebanyak 36.102 jiwa dari 7.777 kepala keluarga tercatat terdampak.

Selain itu, sebanyak 10.757 rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang hingga berat.

Sementara itu, sekitar 9.000 warga yang masih berada di tenda pengungsian telah mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit, bantuan seperti ini bukan hanya soal nilai rupiah. Kehadiran dan perhatian dari berbagai pihak menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular