NABIRE – Kabar baik datang bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua Tengah. Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi meluncurkan program subsidi penerbangan gratis yang menghubungkan Kabupaten Nabire sebagai ibu kota provinsi dengan enam kabupaten lainnya.
Program tersebut diluncurkan langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, S.H. bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Nabire, Senin (17/8/2026).
Program ini menyasar daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi darat. Pemerintah Provinsi Papua Tengah bekerja sama dengan PT Associated Mission Aviation (AMA) untuk menjalankan penerbangan bersubsidi tersebut.
Enam Rute Penerbangan Disubsidi
Ada enam rute yang masuk dalam program subsidi penerbangan ini, yakni:
- Nabire–Ilaga, Kabupaten Puncak, pulang-pergi tiga kali seminggu.
- Nabire–Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pulang-pergi tiga kali seminggu.
- Nabire–Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, pulang-pergi tiga kali seminggu.
- Nabire–Enarotali, Kabupaten Paniai, pulang-pergi dua kali seminggu.
- Nabire–Moanemani, Kabupaten Dogiyai, pulang-pergi dua kali seminggu.
- Nabire–Waghete, Kabupaten Deiyai, pulang-pergi dua kali seminggu.
Gubernur Meki Nawipa mengatakan program tersebut dibuat untuk menjawab persoalan akses transportasi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Penerbangan subsidi ini untuk mempermudah akses transportasi masyarakat, dan memperlancar mobilitas dari kabupaten menuju ibu kota provinsi maupun sebaliknya,” kata Nawipa.
Menurut Nawipa, program penerbangan bersubsidi bukan sekadar soal transportasi. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Papua Tengah mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Program subsidi tersebut ditargetkan berlangsung hingga akhir 2026.
Dorong Akses dan Pembangunan di Pedalaman
Pemprov Papua Tengah berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini secara maksimal. Dengan semakin terbukanya akses udara, mobilitas masyarakat antarkabupaten diharapkan menjadi lebih mudah.
Pemerintah juga menilai konektivitas udara penting untuk mendukung berbagai aktivitas pembangunan, terutama di daerah yang kondisi geografisnya membuat pembangunan infrastruktur jalan tidak mudah dilakukan.
Selain program transportasi, Gubernur Nawipa dalam pidatonya pada upacara HUT ke-81 RI di Nabire juga memaparkan sejumlah program pemerintah di bidang pendidikan.
Pemprov Papua Tengah disebut telah memberikan dukungan pendidikan gratis kepada sekitar 58.000 siswa. Pemerintah juga membiayai 1.800 guru untuk memperoleh sertifikasi guna meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan hak-hak mereka.
Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan dukungan bagi sekolah berpola asrama serta mahasiswa asal Papua Tengah yang menempuh pendidikan di luar negeri.
Untuk program pendidikan mahasiswa di luar negeri tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar setiap tahun.
Gubernur Nawipa menegaskan seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Papua Tengah untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat.





