spot_img
spot_img
ScoopKasus Keracunan MBG Depapre Makin Disorot, 62 Pasien Masih Dirawat dan Penyebabnya...

Kasus Keracunan MBG Depapre Makin Disorot, 62 Pasien Masih Dirawat dan Penyebabnya Belum Terungkap

Sebanyak 62 korban dugaan keracunan MBG di Depapre, Kabupaten Jayapura, masih dirawat di rumah sakit. Dapur MBG ditutup sementara sambil menunggu hasil laboratorium.

Must read

JAYAPURA, PAPUA — Kasus dugaan keracunan setelah warga mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, masih jadi perhatian.

Sampai Senin (10/8/2026), sebanyak 62 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Sebelumnya, jumlah korban yang sempat mendapat penanganan mencapai 543 orang.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, drg. Adi Kurniawan, bilang kondisi pasien yang masih dirawat secara umum sudah masuk tahap pemulihan.

Tapi karena kondisi setiap pasien beda-beda, apalagi sebagian besar korban merupakan anak-anak dan orang tua, mereka belum bisa langsung dipulangkan.

“Yang masih dirawat ini kita tunggu sampai benar-benar sehat. Sudah tidak ada gejala panas dan semua keluhannya sudah hilang, baru mereka akan dipulangkan,” jelas Adi.

Puluhan Korban Masih Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit

Dari total 62 korban yang masih dirawat, pasien tersebar di beberapa rumah sakit di Jayapura.

Rinciannya, 10 orang dirawat di RSUD Yowari, 27 orang di Rumah Sakit Abepura, 8 orang di RSPU, 1 orang di Rumah Sakit Dok II Jayapura, dan 16 orang di Rumah Sakit Dian Harapan.

Menurut Adi, proses pemulihan tidak bisa dipaksakan. Tim medis masih terus memantau kondisi masing-masing pasien sebelum mereka diizinkan kembali ke rumah.

Jadi, biar aman, pasien yang masih punya keluhan tetap dirawat sampai kondisinya betul-betul stabil.

Penyebab Keracunan Masih Tunggu Hasil Laboratorium

Soal apa sebenarnya yang bikin ratusan warga bisa mengalami dugaan keracunan, sampai sekarang belum ada kesimpulan resmi.

Tim gabungan dari Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kami belum bisa memutuskan apa penyebab masyarakat tersebut sampai keracunan. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” kata Adi.

Artinya, masyarakat masih harus menunggu hasil uji tersebut sebelum penyebab pasti kejadian bisa diumumkan.

Dapur MBG Sementara Ditutup

Sementara itu, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan MBG untuk para korban sudah ditutup sementara.

Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pengecekan dan evaluasi oleh pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.

Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan pemerintah daerah sebelumnya telah turun langsung mengecek lokasi SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Penutupan dapur dilakukan sampai proses pemeriksaan dan evaluasi selesai.

Dari 543 Korban, Tinggal 62 yang Masih Dirawat

Kejadian dugaan keracunan tersebut pertama kali ditangani sejak Selasa (4/8/2026). Dari total 543 orang yang sempat mendapat perawatan, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.

Kini tinggal 62 pasien yang masih berada di rumah sakit.

Pemerintah dan tim terkait masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian. Sementara itu, kondisi pasien terus dipantau supaya jangan sampai ada masalah kesehatan lanjutan.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular