WAMENA – Penembakan yang terjadi di sekitar pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8/2026), diklaim dilakukan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM.
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangannya mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut.
Menurut Sebby, aksi itu dilakukan oleh TPNPB Kodap III Ndugama Derakma terhadap aparat keamanan di sepanjang Jalan Trans Wamena hingga memasuki wilayah Kampung Walesi.
Ia menyebut aksi berlangsung sekitar pukul 12.04 hingga 13.00 WIT dan disertai kontak senjata dengan aparat keamanan.
Sebby mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap keberadaan Indonesia di Tanah Papua serta rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Papua.
Ia mengklaim aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah anggota TPNPB Kodap III Ndugama Derakma atas perintah pimpinan kelompok tersebut. Namun, Sebby mengaku pihaknya belum dapat memastikan kondisi korban dalam insiden tersebut.
Sementara itu, penembakan terjadi ketika masyarakat hendak memasuki kawasan Festival Budaya Lembah Baliem di Distrik Walesi. Dalam kejadian tersebut, dua warga sipil dilaporkan mengalami luka akibat tembakan.
Kedua korban diketahui bernama Laode Muhammad Ojo (43) dan Salbia (50). Keduanya merupakan warga Jalan Hom-Hom, Wamena.
Insiden tersebut membuat pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem untuk sementara dihentikan. Aparat keamanan kemudian melakukan pengamanan di sekitar lokasi serta mengejar pelaku.
Peristiwa ini masih dalam penanganan aparat. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi keamanan di wilayah Jayawijaya tetap kondusif.





