TIMIKA – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, menyatakan seorang anggota TPNPB bernama Estibaga Heluka meninggal dunia dalam rangkaian kontak tembak dengan aparat keamanan Indonesia di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel.
Pernyataan tersebut disampaikan Sebby Sambom pada Jumat, 31 Juli 2026. Ia menyebut kontak tembak berlangsung dalam periode 19 hingga 30 Juli 2026.
Menurut Sebby, informasi mengenai meninggalnya Estibaga Heluka diterima dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kopitua Heluka.
Dalam keterangannya, Sebby juga mengklaim bahwa kontak tembak tersebut mengakibatkan korban di pihak aparat keamanan Indonesia. Namun, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan mengenai klaim tersebut.
Selain itu, Sebby menyatakan tiga warga sipil dilaporkan meninggal dunia dan ratusan warga lainnya mengungsi ke kawasan hutan yang berada di wilayah Boven Digoel, Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Asmat.
Ia juga mengklaim operasi aparat keamanan diperkuat dengan pengerahan tiga helikopter setelah terjadi insiden penembakan terhadap aparat militer.
Menurut pernyataan TPNPB, operasi lanjutan tersebut melibatkan serangan yang disebut berdampak pada kawasan permukiman warga sipil sehingga memicu gelombang pengungsian.
Sebby menambahkan, sebagian besar warga yang mengungsi merupakan masyarakat dari berbagai daerah di Papua yang sedang berada di wilayah Korowai untuk bekerja, termasuk sebagai penambang emas.
Para pengungsi disebut mendirikan tempat penampungan darurat di kawasan hutan untuk menghindari konflik yang masih berlangsung.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari aparat keamanan Indonesia terkait klaim yang disampaikan oleh pihak TPNPB mengenai korban maupun situasi di lapangan.





