spot_img
spot_img
HeadlinesSudah Dua Kali Pecahkan Rekor Dunia, Natalius Pigai Singgung Lembaga Survei Indonesia:...

Sudah Dua Kali Pecahkan Rekor Dunia, Natalius Pigai Singgung Lembaga Survei Indonesia: “Banyak yang Abal-abal”

Menteri HAM Natalius Pigai menyebut Kementerian HAM berhasil memecahkan rekor Guinness World Records di Sumedang, lalu menyoroti kredibilitas lembaga survei Indonesia.

Must read

SUMEDANG, JAWA BARAT – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai kembali membuat pernyataan yang cukup menghebohkan. Di tengah perayaan keberhasilan Kementerian HAM memecahkan Guinness World Records, Pigai juga menyoroti kredibilitas sejumlah lembaga survei di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Pigai di Sumedang, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).

Kementerian HAM sebelumnya berhasil mencatatkan rekor dunia Guinness World Records untuk kategori “Pelajaran Hak Asasi Manusia Terbesar”.

Rekor tersebut diraih setelah sekitar 6.000 orang mendapatkan pendidikan dan penyuluhan mengenai HAM melalui rangkaian kegiatan yang digelar Kementerian HAM.

Pigai mengatakan rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh kepolisian Ekuador sejak 2018. Menurut dia, Indonesia berhasil mengambil alih rekor itu melalui program pendidikan HAM kepada masyarakat.

“Rekor dunia ini dahulu dipegang oleh kepolisian Ekuador sejak 2018. Kami pecahkan rekor hari ini karena kami sudah melakukan sosialisasi pendidikan HAM kepada masyarakat,” ujar Pigai di Sumedang, Jumat.

Sertifikat Guinness World Records kemudian diserahkan langsung oleh Official Adjudicator Aynee Toorabally kepada Natalius Pigai.

Menurut Pigai, pencapaian tersebut bukan sekadar soal mendapatkan penghargaan internasional. Program pendidikan HAM tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai hak asasi manusia.

Sebelum kegiatan di Sumedang, Kementerian HAM telah melakukan program serupa di sejumlah daerah, seperti Kalimantan Barat, Mandailing Natal, Gorontalo, dan Sumatera Utara.

Khusus kegiatan di Sumedang, tercatat sekitar 2.300 orang ikut ambil bagian.

Pigai Tantang Lembaga Survei Indonesia

Di tengah suasana perayaan rekor dunia tersebut, Pigai kemudian menyinggung soal lembaga survei di Indonesia.

Ia bahkan menantang lembaga riset dalam negeri untuk bisa menunjukkan kualitas yang mampu bersaing dengan lembaga survei internasional.

Pigai menyebut sejumlah nama lembaga survei dunia, antara lain Gallup, Pew Research Center, Ipsos, YouGov, NORC, Harris Poll, Verian, Kantar Public, World Values Survey (WVS), Latinobarómetro, dan Afrobarometer.

“Saya tantang lembaga survei, bisa nggak mengalahkan lembaga survei dunia seperti Gallup, Pew Research Center, Ipsos, YouGov, NORC, Harris Poll, Verian atau Kantar Public, World Values Survey (WVS), Latinobarómetro, Afrobarometer?” tantang Pigai.

Tak berhenti di situ, Pigai juga melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah lembaga survei di Indonesia yang menurutnya tidak memiliki kredibilitas yang cukup.

Ia kemudian mengaitkan pernyataannya dengan klaim bahwa dirinya sudah dua kali mencatatkan prestasi di level dunia.

“Saya sudah dua kali pecahkan rekor dunia, yakni Presiden Dewan HAM PBB dan Guinness World Record. Dan saya anggap banyak lembaga survei negara ini abal-abal,” tegas Pigai.

Pernyataan tersebut pun menjadi salah satu sorotan dalam momentum perayaan keberhasilan Kementerian HAM mencatatkan rekor dunia di Sumedang.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular