JAYAPURA – Aksi demonstrasi memperingati Perjanjian New York di kawasan Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu (15/8/2026) berujung ricuh.
Dalam kejadian tersebut, tiga demonstran dilaporkan tertembak. Salah satu korban adalah Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen), Frengky Kabak, yang mengalami luka tembak di kaki kiri.
Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Cenderawasih (MPM Uncen) Jayapura kemudian mendesak Polda Papua bertanggung jawab atas insiden yang menimpa ketiga demonstran tersebut.
Ketua Umum MPM Uncen, Wialo Wolly Silak, mengatakan Frengky merupakan salah satu dari tiga massa aksi yang terkena tembakan saat terjadi kericuhan antara demonstran dan aparat kepolisian.
“Wakil Ketua BEM Uncen, Frengki Kabak, kena tembakan di bagian kaki. Kemudian ada dua massa aksi juga kena tembakan. Jumlah semua itu tiga orang yang ditembak,” kata Wialo usai aksi.
Menurut Wialo, para mahasiswa dan demonstran datang untuk menyampaikan aspirasi. Karena itu, ia menilai penanganan aksi dengan kekerasan harus mendapat perhatian serius.
DPR Papua dan Komnas HAM Diminta Turun Tangan
MPM Uncen juga meminta DPR Papua dan Komnas HAM memberikan perhatian terhadap kasus tersebut serta melakukan pengusutan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penembakan.
Wialo khawatir kasus tersebut tidak ditangani secara serius dan akhirnya menjadi preseden buruk dalam pengamanan aksi demonstrasi.
“Kami minta DPR Papua bisa mengawal kasus ini, dan Komnas HAM supaya pelaku harus diperjelas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BEM Universitas Cenderawasih, Yuluku Wasiangge, menyatakan mahasiswa akan melakukan konsolidasi lebih luas bersama BEM dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia apabila tidak ada pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Ia bahkan menyebut kemungkinan dibangunnya kekuatan mahasiswa secara nasional jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.
Tiga Korban dalam Penanganan
Frengky Kabak telah dibawa untuk mendapatkan penanganan medis setelah mengalami luka tembak di kaki kiri.
Sementara dua korban lainnya masih bersama keluarga dan kondisi mereka terus dipantau oleh pihak mahasiswa.
Pihak BEM Uncen menegaskan bahwa persoalan ini tidak berhenti pada insiden penembakan semata. Mereka meminta adanya kejelasan mengenai apa yang terjadi saat kericuhan serta pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat.





