MIMIKA — Sebanyak 13 mahasiswa penerima beasiswa dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) resmi diserahkan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
Penyerahan mahasiswa tersebut dilakukan pada Minggu (9/8/2026) di Yogyakarta. Mereka akan menempuh pendidikan di Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Sekretaris Pengurus YPMAK, Kristianus Ukago, dan diterima Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Hendro Widjanarko, S.E., M.M.
Program ini menjadi salah satu langkah YPMAK dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Papua, khususnya generasi muda asal Mimika agar memiliki keahlian di bidang strategis.
Ke-13 mahasiswa tersebut akan belajar di sejumlah program studi, yakni Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Teknik Lingkungan, Teknik Metalurgi, dan Teknik Perminyakan.
Selama menjalani pendidikan, para penerima beasiswa juga akan mendapatkan pembinaan, pendampingan serta fasilitas asrama.
Saring 247 Peserta, Hanya 13 yang Lolos
Kristianus Ukago mengatakan, para penerima beasiswa ini bukan dipilih secara sembarangan. Mereka harus melewati proses seleksi yang cukup ketat dan transparan.
Dari 247 peserta yang mengikuti seleksi, hanya 13 mahasiswa yang dinyatakan lolos.
“Peserta yang mengikuti seleksi sebanyak 247 anak, tetapi yang dinyatakan lolos 13 anak. Jadi, adik-adik yang diserahkan hari ini merupakan hasil pilihan terbaik dari 200-an peserta,” ujar Kristianus.
Sebenarnya terdapat 15 peserta yang dinyatakan lolos seleksi awal. Namun, baru 13 mahasiswa yang dapat hadir dan diserahkan secara langsung.
Sementara dua peserta lainnya masih mengalami kendala teknis. YPMAK akan menindaklanjuti kondisi tersebut untuk menentukan apakah kuota akan diisi melalui penggantian peserta atau kebijakan lainnya.
Kristianus berpesan agar kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik.
Ia meminta para mahasiswa disiplin mengikuti aturan kampus maupun asrama dan tidak kehilangan fokus untuk menyelesaikan pendidikan.
“Kalian patut bersyukur mendapat kesempatan berkuliah di sini. Ikuti aturan yang ada dan jalani pembinaan. Kami berharap ada hasil manis yang dibawa saat nantinya kembali membangun Mimika,” tegasnya.
UPN: Datang 13, Lulus Harus 13
Wakil Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Dr. Hendro Widjanarko, menyambut kedatangan para mahasiswa penerima beasiswa YPMAK.
Ia menegaskan kampus akan memberikan pendampingan agar seluruh mahasiswa tersebut bisa menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
“Datang 13 orang, maka lulus pun harus 13 orang. Ini yang kami tekankan, karena UPN Veteran Yogyakarta mengedepankan kualitas,” kata Hendro.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan kemampuan akademik. Kemauan belajar, kedisiplinan dan pembentukan karakter juga menjadi faktor penting.
Mahasiswa juga akan mendapatkan pembekalan hard skill dan soft skill, termasuk nilai-nilai Bela Negara yang menjadi salah satu ciri khas pendidikan di UPN Veteran Yogyakarta.
“Anak-anak akan dibekali rasa cinta tanah air dan keberanian berkorban melalui kegiatan Bela Negara. Harapannya, setelah lulus kalian kembali untuk membangun Papua,” tuturnya.
Hendro juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menjaga diri selama berada di lingkungan baru.
Jika mengalami kesulitan dalam perkuliahan, mahasiswa diminta tidak malu bertanya dan berdiskusi dengan dosen maupun kakak tingkat.
13 Anak Ini Diproyeksikan Bangun Papua
Selain pendidikan akademik, para mahasiswa juga diminta mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai daerah, suku dan agama.
UPN Veteran Yogyakarta disebut sebagai miniatur Indonesia karena mahasiswanya datang dari berbagai penjuru Nusantara.
Hendro meminta para penerima beasiswa tetap menghormati keberagaman tanpa kehilangan identitas sebagai anak Papua.
“Di UPN, mahasiswa datang dari seluruh penjuru Indonesia. Kita sudah sepakat untuk saling menghormati tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jaringan tanpa kehilangan identitas diri,” ujarnya.
Ia berharap seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar empat tahun, kemudian kembali ke Papua dengan kompetensi yang dapat digunakan untuk membangun daerah.
“Kalian datang untuk menuntut ilmu. Dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, 13 anak inilah yang akan memimpin dan membangun Papua,” pungkasnya.
Kerja sama YPMAK dan UPN Veteran Yogyakarta menjadi bagian dari upaya jangka panjang menyiapkan generasi muda Papua yang memiliki keahlian di sektor strategis, terutama pertambangan, energi, lingkungan, dan geologi.





