JAYAPURA – Ratusan pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (28/7/2026) dan sempat membuat kegiatan belajar mengajar terganggu.
Berdasarkan data yang dihimpun di sekolah pada Jumat (31/7/2026), jumlah warga sekolah yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan mencapai 120 orang, terdiri dari 109 siswa dan 11 guru.
Salah seorang siswa yang enggan disebutkan namanya mengaku banyak teman sekolahnya mengalami mual dan sakit setelah menyantap menu MBG.
“Kemarin ada keracunan MBG di sekolah kami. Banyak sekali yang kena, tapi saya tidak tahu jumlah pastinya. Yang jelas lebih dari 20 orang,” ujarnya.
Menurut keterangan yang diperoleh dari sejumlah siswa, makanan program MBG dikonsumsi pada Senin (27/7/2026) siang. Namun, gejala seperti mual dan sakit mulai dirasakan keesokan paginya, yakni Selasa (28/7/2026).
Setelah kejadian tersebut, pelaksanaan program MBG di sekolah untuk sementara dihentikan sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Siswa tersebut juga mengatakan selama program MBG berjalan, baru kali ini terjadi dugaan insiden seperti itu.
“Selama ini kami makan MBG tidak pernah keracunan atau sakit. Baru kali ini saja,” katanya.
Meski sempat mengalami gangguan kesehatan, para siswa yang sebelumnya sakit kini dilaporkan sudah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Saat ini, SMAN 5 Jayapura juga tengah mempersiapkan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut hari ulang tahun sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, saat dikonfirmasi menyatakan akan terlebih dahulu mengecek informasi terkait dugaan keracunan tersebut.
“Baik, saya cek lagi ya,” ujarnya melalui pesan singkat.
Dari pantauan di lingkungan sekolah pada Jumat (31/7/2026), aktivitas belajar mengajar sudah kembali berlangsung normal seperti biasa.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan pihak kepolisian akan menindaklanjuti kasus tersebut apabila ada laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan, baik dari siswa, guru maupun pihak sekolah.
Menurutnya, aparat juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.





