JAYAPURA – Isu soal sejarah Papua kembali panas dibahas. Kali ini datang dari Sebby Sambom yang menyebut kalau Papua bukan “bergabung”, tapi justru dipaksa masuk ke Indonesia.
Lewat pernyataannya, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom menilai tanggal 1 Mei bukan sekadar momen integrasi, tapi sebagai hari yang ia sebut sebagai “aneksasi” Papua. Ia juga menegaskan bahwa menurut versinya, proses bergabungnya Papua ke Indonesia penuh dengan tekanan.
Pernyataan ini langsung memicu perdebatan. Soalnya, selama ini pemerintah Indonesia memandang 1 Mei sebagai hari resmi integrasi Papua ke NKRI, sementara sebagian kelompok punya pandangan berbeda soal sejarah tersebut.
Narasi yang disampaikan Sebby ini juga bagian dari sikap politik kelompok yang selama ini memperjuangkan kemerdekaan Papua. Ia mengajak masyarakat untuk melihat kembali sejarah dari sudut pandang yang berbeda.
Di sisi lain, isu ini memang bukan hal baru. Perbedaan pandangan soal sejarah Papua sudah lama jadi topik sensitif dan sering memicu perdebatan panjang, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Intinya, pernyataan ini kembali membuka diskusi besar soal sejarah, perspektif, dan masa depan Papua—yang sampai sekarang masih jadi topik yang kompleks dan penuh sudut pandang.





