NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah lagi serius banget dorong sektor peternakan. Nggak main-main, Kabupaten Mimika dan Nabire sekarang dipersiapkan jadi lumbung daging sapi terbesar di Papua Tengah buat memenuhi kebutuhan masyarakat ke depan.
Rencana besar itu disampaikan dalam pembahasan program pengembangan peternakan yang lagi digencarkan Pemprov Papua Tengah sepanjang tahun 2026. Fokus utamanya adalah meningkatkan populasi sapi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menilai Mimika dan Nabire punya potensi besar karena wilayahnya mendukung pengembangan peternakan sapi dalam skala besar. Selain lahan yang luas, dua daerah itu juga dianggap punya akses distribusi yang lebih siap dibanding beberapa wilayah lain di Papua Tengah.
Belakangan ini kebutuhan daging sapi di Papua Tengah memang terus naik, apalagi menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idul Adha. Bahkan pada Mei 2026 lalu, pemerintah provinsi sampai menyalurkan puluhan ekor sapi kurban ke Nabire dan Mimika buat memenuhi kebutuhan masyarakat Muslim.
Nggak cuma fokus soal jumlah ternak, pemerintah juga mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan supaya sapi yang masuk ke Papua Tengah tetap aman dari penyakit seperti PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku. Pengawasan itu dilakukan langsung oleh Balai Karantina Hewan Papua Tengah, terutama di wilayah Timika dan Mimika yang jadi jalur utama distribusi ternak.
Program pengembangan sapi ini nantinya juga diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru buat masyarakat lokal. Jadi bukan cuma peternak besar yang untung, tapi warga kampung dan kelompok tani juga bisa ikut terlibat dalam usaha peternakan dan distribusi daging sapi.
Selain itu, pemerintah pengen supaya Papua Tengah nggak terus bergantung pada pasokan daging dari luar Papua. Kalau produksi sapi lokal meningkat, harga daging di pasaran juga diharapkan bisa lebih stabil dan terjangkau buat masyarakat.
Dengan berbagai program yang lagi dijalankan sekarang, Mimika dan Nabire diproyeksikan bakal jadi pusat peternakan sapi baru di Papua Tengah sekaligus penopang kebutuhan pangan daerah dalam beberapa tahun ke depan.





