JAKARTA – Kasus pelanggaran HAM di Papua kembali jadi sorotan serius. Menurut Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, pihaknya mencatat ada enam kasus yang terjadi sejak 2025 sampai awal 2026, dan beberapa di antaranya cukup bikin miris.
Dilansir dari Liputan6, kasus-kasus ini melibatkan berbagai peristiwa, mulai dari konflik, penembakan, sampai dugaan kekerasan terhadap warga sipil.
Salah satu kasus yang disorot adalah penembakan warga sipil di Asmat pada September 2025. Dalam kejadian ini, satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka. Komnas HAM menilai peristiwa ini termasuk pelanggaran HAM karena menyangkut hak hidup seseorang.
Selain itu, ada juga kasus penembakan pilot dan kopilot pesawat di Boven Digoel yang diduga dilakukan kelompok bersenjata. Peristiwa ini menunjukkan situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua masih cukup rawan.
Kasus lain terjadi di Tambrauw, di mana dua tenaga kesehatan jadi korban penembakan. Setelah kejadian itu, sempat terjadi operasi aparat yang berujung pada penangkapan warga dan dugaan tindakan kekerasan.
Di Dogiyai, konflik juga memanas setelah kematian seorang anggota polisi. Situasi tersebut memicu aksi balasan yang berujung pada korban jiwa dari warga sipil serta kerusakan fasilitas.
Sementara itu, di Kabupaten Puncak, konflik bersenjata menyebabkan belasan warga sipil meninggal dunia. Bahkan, Komnas HAM menyebut peristiwa ini sebagai salah satu yang paling berat di tahun 2026.
Secara keseluruhan, Komnas HAM menegaskan bahwa situasi ini perlu jadi perhatian serius semua pihak. Penegakan hukum, perlindungan warga sipil, dan penyelesaian konflik jadi hal penting supaya kejadian serupa nggak terus terulang.
Intinya, kondisi di Papua masih butuh penanganan serius—nggak cuma dari sisi keamanan, tapi juga kemanusiaan. 🔥





