NABIRE – Di tengah situasi yang nggak selalu mudah, ada momen yang bikin haru sekaligus penuh harapan datang dari Papua Tengah.
Demi mengenang para korban konflik dan karena situasi keamanan yang masih belum kondusif, Komda Pemuda Katolik Papua Tengah ngadain aksi kemanusiaan dengan menyalakan 1.000 lilin di Kapela SMA YPPK Adhi Luhur Nabire, Kamis sore (23/4/2026). 🕯️✨
Kegiatan ini diawali dengan ibadah, lalu dilanjutkan penyalaan lilin sebagai tanda dimulainya Rakerda I Pemuda Katolik Papua Tengah. Momen ini jadi simbol solidaritas dan doa bareng buat masyarakat di Tanah Papua—harapan sederhana tapi dalam: semoga damai segera datang.
Aksi ini bukan sekadar seremoni, tapi jadi bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi kemanusiaan yang dirasakan masyarakat.
Dengan suasana yang hening dan penuh makna, lilin-lilin yang dinyalakan itu jadi simbol terang di tengah situasi yang sering terasa “gelap”. Para peserta juga menjadikan momen ini sebagai ruang refleksi dan doa bersama, berharap kedamaian bisa segera terwujud.
Ketua panitia Rakerda I PK Papua Tengah, Hendrikus Yeimo, mengatakan, aksi tersebut wujud duka, harapan, dan solidaritas terhadap warga sipil yang terdampak konflik di Tanah Papua.
Aksi ini juga jadi cara anak muda Papua buat menyuarakan pesan damai tanpa kekerasan. Mereka ingin semua pihak bisa menahan diri dan lebih mengutamakan kemanusiaan, supaya masyarakat sipil tetap aman dan terlindungi.
Nggak cuma itu, kegiatan ini juga mengajak banyak orang buat lebih peduli dan sadar bahwa konflik yang berkepanjangan punya dampak besar, terutama bagi warga biasa.
Sementara itu Departemen Gugus Tugas Papua Pengurus Pusat PK, Abeth You, menyatakan, aksi ini bukan untuk memprovokasi, melainkan panggilan moral demi menghargai nilai kemanusiaan yang universal di muka bumi ini.
Intinya sih: dari 1.000 lilin yang menyala, ada satu harapan besar—Papua bisa damai, aman, dan penuh kasih.





