spot_img
spot_img
EditorialBIADAB ! Bikin Emosi! Diduga Pelaku Penembakan ASN Muncul di Video Call...

BIADAB ! Bikin Emosi! Diduga Pelaku Penembakan ASN Muncul di Video Call dan Acungkan Jari Tengah

Keluarga korban penembakan ASN Jayawijaya dilaporkan berhasil video call dengan pria yang diduga pelaku menggunakan HP almarhumah Willi Mbuik.

Must read

TIMIKA — Keluarga salah satu ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas dalam penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026), mendapat sebuah momen yang tidak biasa.

Keluarga dilaporkan berhasil melakukan video call dengan seorang pria yang diduga sebagai salah satu pelaku, menggunakan telepon seluler milik almarhumah Willi Mbuik, salah satu korban penembakan.

Rekaman percakapan tersebut kemudian beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Dalam video itu, terlihat seorang pria melakukan panggilan video dengan pihak keluarga korban. Percakapan berlangsung dalam suasana tegang.

Yang membuat keluarga semakin terpukul, pria yang diduga berada di balik penembakan tersebut terlihat mengacungkan jari tengah sambil tertawa dan melontarkan kata-kata bernada mengejek.

Dalam rekaman, pria tersebut terdengar mengucapkan kata-kata kasar dalam bahasa Inggris.

Keluarga Ingatkan Akan Ada yang Mencari

Percakapan kemudian berlanjut. Pihak keluarga memperingatkan pria tersebut bahwa akan ada orang yang mencarinya.

Nanti ada orang cari kau,” kata pihak keluarga.

Namun, respons yang muncul justru bernada mengejek.

Baru sudah makan? Mau tambah-tambah, mau tambah?” ujar pria tersebut dalam rekaman.

Situasi percakapan itu pun semakin tegang.

Keluarga kemudian mengingatkan bahwa apa yang telah dilakukan terhadap korban pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Perbuatanmu akan kau pertanggungjawabkan di surga,” ujar pihak keluarga.

Nama Presiden Prabowo Ikut Disebut

Dalam percakapan tersebut, pria yang diduga sebagai pelaku juga membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto.

Suruh Presiden kah, siapa itu Prabowo, tanggung jawabkan. Kita ini tidak ada masalah,” katanya.

Pihak keluarga kemudian kembali mempertanyakan alasan anak mereka ditembak.

Anak saya masalah apa kau bunuh, kau tembak?” tanya pihak keluarga.

Pria tersebut kemudian diduga memberikan jawaban yang mengaitkan aksi penembakan dengan perjuangan Papua merdeka.

Itu kan supaya ada pengakuan untuk Papua merdeka,” jawabnya.

Jubir KKB Klaim Penembakan Dilakukan Kelompok Ndugama

Sementara itu, Jubir KKB, Sebby Sambom, dalam keterangannya pada Kamis (10/9/2026) menyebut ketiga korban ditembak oleh KKB Kodap III Ndugama Derakma.

Ia menyebut para korban dituding sebagai mata-mata militer.

Namun, tudingan tersebut merupakan klaim dari pihak kelompok bersenjata dan masih menjadi bagian dari informasi yang perlu diverifikasi dalam proses penyelidikan aparat.

Sebelumnya, tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban penembakan ketika rombongan mereka bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah.

Ketiga korban kemudian dievakuasi dan proses pemulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing mulai dilakukan.

Polisi Masih Kejar Pelaku

Di tengah beredarnya rekaman video call tersebut, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas siapa saja yang terlibat dalam penembakan tiga ASN tersebut.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

Sebanyak sekitar 50 personel tambahan dari Timika juga telah digeser ke Jayawijaya untuk memperkuat pengamanan sekaligus mendukung proses pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.

Polisi meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga yang memiliki informasi mengenai keberadaan atau identitas terduga pelaku juga diminta segera melapor kepada aparat.

Bagi keluarga korban, peristiwa ini tentu meninggalkan luka yang sangat dalam. Tiga ASN yang sebelumnya berangkat menjalankan tugas untuk kegiatan pertanian di Muliama kini telah tiada.

Sementara itu, proses hukum masih berjalan. Publik pun kini menunggu bagaimana aparat mengungkap fakta di balik penembakan tersebut dan memastikan siapa yang benar-benar bertanggung jawab.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular