JAKARTA – Harapan Timnas Indonesia untuk melaju ke semifinal Piala AFF 2026 akhirnya kandas. Sempat unggul lebih dulu atas Singapura, skuad Garuda harus puas bermain imbang 1-1 setelah kesalahan di lini belakang kembali menjadi masalah.
Pertandingan Singapura vs Indonesia berlangsung di Jalan Besar Stadium, Singapura, Jumat (7/8/2026) malam WIB. Indonesia sebenarnya datang dengan misi wajib menang demi mengamankan tiket ke semifinal.
Babak pertama berjalan cukup ketat. Kedua tim sama-sama kesulitan menciptakan peluang berbahaya sehingga skor 0-0 bertahan sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, Indonesia langsung mendapat angin segar. Pada menit ke-47, Ragnar Oratmangoen berhasil membawa Garuda unggul 1-0.
Gol tersebut sempat membuat harapan Indonesia kembali terbuka. Namun, keunggulan itu ternyata tidak bertahan lama.
Pada menit ke-66, Singapura berhasil menyamakan kedudukan melalui Ilhan Fandi.
Gol Singapura ini menjadi sorotan karena berawal dari kesalahan komunikasi di lini pertahanan Indonesia. Bek Rizky Ridho dan kiper Cahya Supriadi terlihat tidak satu pemahaman ketika menghadapi bola lambung yang masuk ke area pertahanan Garuda.
Cahya yang bertabrakan dengan Ridho kemudian hanya mampu meninju bola ke depan. Sayangnya, bola gagal diamankan pemain Indonesia dan langsung dimanfaatkan Ilhan Fandi untuk mencetak gol.
Skor berubah menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, Indonesia sebenarnya masih memiliki waktu untuk kembali mencari kemenangan. Namun, permainan Garuda justru tidak mampu menghasilkan peluang yang benar-benar membahayakan pertahanan Singapura.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-1.
Hasil ini menjadi pukulan keras bagi Indonesia. Dengan hanya meraih satu poin, Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
Skuad asuhan John Herdman harus puas finis di posisi ketiga Grup A dengan koleksi 7 poin. Indonesia berada di bawah Vietnam yang mengoleksi 10 poin dan Singapura dengan 8 poin.
Kegagalan ini kembali membuat lini pertahanan menjadi bahan evaluasi. Indonesia sebenarnya sempat berada dalam posisi ideal setelah Ragnar Oratmangoen mencetak gol pembuka, tetapi kesalahan komunikasi di belakang membuat kemenangan yang sudah di depan mata akhirnya lepas begitu saja.





