Sentani, Mambruks.com – Maskapai Associated Mission Aviation (AMA) resmi menghentikan sementara seluruh aktivitas penerbangannya di wilayah Papua menyusul insiden penembakan terhadap pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas Gosselin, serta pembakaran pesawat milik maskapai tersebut di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Keputusan penghentian operasional diumumkan sebagai bentuk penghormatan sekaligus masa berkabung bagi seluruh keluarga besar AMA atas meninggalnya salah satu pilot mereka.
Seluruh Aktivitas Penerbangan Dihentikan
Direktur Utama PT AMA, Bob Kayadu, membenarkan bahwa untuk sementara seluruh penerbangan dan aktivitas operasional maskapai dihentikan.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena seluruh jajaran AMA masih berduka atas kehilangan pilot Nicholas Gosselin yang menjadi korban dalam insiden di Yahukimo.
“Benar, seluruh aktivitas penerbangan kami hentikan sementara karena kami masih dalam suasana duka atas meninggalnya pilot kami, Nicholas Gosselin,” ujar Bob Kayadu, Selasa (7/7/2026).
Operasional Akan Dievaluasi Pekan Ini
Bob Kayadu menjelaskan, keputusan mengenai kapan AMA kembali melayani penerbangan akan ditentukan melalui rapat internal yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu mendatang.
Hingga keputusan tersebut diambil, seluruh aktivitas penerbangan maupun kegiatan operasional di kantor AMA untuk sementara dihentikan.
“Keputusan untuk kembali beroperasi akan dibahas pada rapat Sabtu nanti. Saat ini seluruh aktivitas penerbangan dan operasional kantor kami hentikan terlebih dahulu,” jelasnya.
Tragedi Paling Berat Selama Melayani Papua
Bob mengungkapkan bahwa insiden di Yahukimo menjadi tragedi paling menyedihkan sepanjang sejarah AMA melayani masyarakat Papua.
Menurutnya, selama lebih dari 67 tahun 4 bulan beroperasi di Papua, maskapai tersebut belum pernah mengalami peristiwa yang sedemikian tragis.
Ia mengakui seluruh keluarga besar AMA masih merasakan luka yang sangat mendalam akibat kehilangan pilot sekaligus rusaknya pesawat dalam insiden tersebut.
“Selama 67 tahun 4 bulan melayani Papua, inilah tragedi paling berat yang kami alami. Kami membutuhkan waktu untuk memulihkan luka yang kami rasakan,” ungkap Bob.
Berharap Pelaku Bertobat
Di tengah suasana duka, pihak AMA juga menyampaikan harapan agar pelaku penyerangan memperoleh kesadaran dan menghentikan aksi kekerasan.
Bob Kayadu mengatakan pihaknya mendoakan agar mereka yang terlibat dalam insiden tersebut diberikan pertobatan sehingga tragedi serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Insiden Terjadi di Yahukimo
Sebelumnya, sebuah pesawat Pilatus milik Maskapai Associated Mission Aviation dilaporkan dibakar saat berada di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis pagi (2/7/2026).
Dalam insiden yang sama, pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas Gosselin, dilaporkan meninggal dunia akibat penembakan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu insiden keamanan paling serius yang menimpa layanan penerbangan perintis di Papua dalam beberapa tahun terakhir.
Penghentian sementara operasional AMA diperkirakan akan berdampak pada layanan transportasi udara menuju sejumlah wilayah pedalaman Papua yang selama ini bergantung pada penerbangan perintis.





