spot_img
spot_img
HeadlinesWajahnya Dicatut Tanpa Izin di Film 'Pesta Babi', Tokoh Adat Papua Ngamuk...

Wajahnya Dicatut Tanpa Izin di Film ‘Pesta Babi’, Tokoh Adat Papua Ngamuk Langsung Lapor Polda Metro: Itu Penjahat!

Geger film dokumenter 'Pesta Babi'! Tokoh adat Papua, Mama Sinta, resmi laporin Ketua LBH Merauke ke Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5/2026). Merasa dijebak dan wajahnya dipajang tanpa izin, intip kronologinya di sini!

Must read

JAKARTA – Dunia perfilman dokumenter lagi diguncang drama panas nih. Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang akrab dipanggil Mama Sinta, baru aja nge-gas ke Jakarta buat nyari keadilan.

Nggak tanggung-tanggung, didampingi sama kuasa hukumnya, Mama Sinta langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada hari Jumat (29/5/2026). Kedatangannya ini bertujuan buat bikin laporan polisi resmi karena dia merasa kecewa berat dan sakit hati wajahnya muncul di film dokumenter viral berjudul Pesta Babi.

Laporan polisi tersebut sudah resmi terdaftar dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026. Pihak yang dilaporkan secara perorangan adalah Ketua LBH Papua Merauke dengan inisial JTW, atas dugaan pelanggaran Pasal 65 juncto 67 tentang Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Merasa Dijebak, Dikira Cuma Mau Potong Babi Beneran

Sambil menahan tangis dan penuh emosi, Mama Sinta cerita ke media kalau dia bener-bener nggak pernah dimintain izin alias consent biar wajahnya dipajang di film ataupun poster promosi dokumenter tersebut. Selama ini, dia cuma tahu kalau dia diminta memberikan keterangan biasa soal kondisi masyarakat adat di Papua Selatan.

“Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka!” ketus Mama Sinta dengan nada emosional di Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/5/2026).

Plot twist-nya, Mama Sinta baJAKARTA Dunia perfilman dokumenter lagi diguncang drama panas nih. Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang akrab dipanggil Mama Sinta, baru aja nge-gas ke Jakarta buat nyari keadilan.

Nggak tanggung-tanggung, didampingi sama kuasa hukumnya, Mama Sinta langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada hari Jumat (29/5/2026). Kedatangannya ini bertujuan buat bikin laporan polisi resmi karena dia merasa kecewa berat dan sakit hati wajahnya muncul di film dokumenter viral berjudul Pesta Babi.

Laporan polisi tersebut sudah resmi terdaftar dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026. Pihak yang dilaporkan secara perorangan adalah Ketua LBH Papua Merauke dengan inisial JTW, atas dugaan pelanggaran Pasal 65 juncto 67 tentang Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Merasa Dijebak, Dikira Cuma Mau Potong Babi Beneran

Sambil menahan tangis dan penuh emosi, Mama Sinta cerita ke media kalau dia bener-bener nggak pernah dimintain izin alias consent biar wajahnya dipajang di film ataupun poster promosi dokumenter tersebut. Selama ini, dia cuma tahu kalau dia diminta memberikan keterangan biasa soal kondisi masyarakat adat di Papua Selatan.

“Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Itu penjahat itu mereka!” ketus Mama Sinta dengan nada emosional di Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/5/2026).

Plot twist-nya, Mama Sinta baru tahu kalau dirinya dijadikan salah satu “pemeran utama” pas diajak nobar oleh seseorang bernama Bang Tigor di Jayapura pada 8 April 2026 lalu.

“Waktu diajak, saya tahunya cuma mau nonton atau potong babi betulan. Ternyata pas naik ke Aula Maranatha, film yang diputar judulnya Pesta Babi. Ah, di situ ada wajah saya! Saya kaget sekali,” curhatnya.

Karena merasa dimanfaatkan dan dibohongi demi konten dokumenter yang menyoroti dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan itu, Mama Sinta dengan tegas meminta agar pemutaran film Pesta Babi dihentikan total mulai hari ini. Kalau masih ada yang nekat mutar, dia minta polisi langsung sikat dan proses hukum!ru tahu kalau dirinya dijadikan salah satu “pemeran utama” pas diajak nobar oleh seseorang bernama Bang Tigor di Jayapura pada 8 April 2026 lalu.

“Waktu diajak, saya tahunya cuma mau nonton atau potong babi betulan. Ternyata pas naik ke Aula Maranatha, film yang diputar judulnya Pesta Babi. Ah, di situ ada wajah saya! Saya kaget sekali,” curhatnya.

Karena merasa dimanfaatkan dan dibohongi demi konten dokumenter yang menyoroti dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan itu, Mama Sinta dengan tegas meminta agar pemutaran film Pesta Babi dihentikan total mulai hari ini. Kalau masih ada yang nekat mutar, dia minta polisi langsung sikat dan proses hukum!

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular