JAYAPURA – Situasi keamanan di Yahukimo, Papua Pegunungan, kembali jadi sorotan setelah kelompok TPNPB-OPM mengklaim telah membakar sebuah gedung sekolah di wilayah Kuaserama, Distrik Dekai. Insiden tersebut disebut terjadi pada 25 April 2026 dan langsung memicu perhatian publik.
Dalam pernyataannya, juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan aksi itu dilakukan oleh pasukan dari Kodap XVI Yahukimo-Korowai yang dipimpin Mackar Sobolim bersama Lampion Heluka. Selain pembakaran sekolah, mereka juga mengklaim melakukan penembakan terhadap kendaraan warga di kawasan tersebut.
Video dan foto yang beredar di media sosial memperlihatkan bangunan sekolah dengan bagian atap yang terbakar hebat dan asap hitam membumbung tinggi. Gedung yang disebut sebagai SMA Negeri II Kuaserama itu tampak mengalami kerusakan cukup parah akibat kebakaran.
Beruntung, dalam laporan awal belum ada informasi korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun aksi itu tetap membuat masyarakat khawatir, terutama karena fasilitas pendidikan kembali menjadi sasaran di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di beberapa wilayah Papua.
Sampai berita ini ramai dibahas, belum ada keterangan resmi lengkap dari aparat keamanan maupun Pemerintah Kabupaten Yahukimo terkait klaim tersebut. Polisi dan aparat keamanan disebut masih melakukan pemantauan terhadap situasi di lapangan.
Insiden ini kembali menambah daftar panjang gangguan keamanan di Yahukimo dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya wilayah ini juga beberapa kali menjadi lokasi penembakan, pembakaran fasilitas, hingga serangan terhadap warga sipil dan tenaga pendidikan.
Banyak masyarakat berharap situasi di Papua, khususnya Yahukimo, bisa segera membaik agar aktivitas warga dan pendidikan anak-anak dapat berjalan normal tanpa rasa takut. Karena bagi warga di pedalaman Papua, sekolah bukan cuma bangunan biasa, tapi tempat anak-anak menggantungkan harapan masa depan mereka.





