JAYAPURA – Kericuhan usai laga panas Persipura Jayapura lawan Adhyaksa FC ternyata makin serius, bro. Polda Papua memastikan ada sembilan orang yang berpotensi ditetapkan sebagai tersangka setelah chaos pecah di Stadion Lukas Enembe, Jayapura.
Kerusuhan itu terjadi setelah Persipura kalah tipis 0-1 dalam laga playoff Liga 2. Kekecewaan suporter langsung meledak dan situasi berubah kacau di area stadion sampai ke luar venue pertandingan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito bilang, sembilan orang tersebut diduga terlibat dalam aksi pelemparan ke aparat, penganiayaan, perusakan kendaraan, sampai penjarahan di sekitar stadion. Polisi sekarang masih terus kumpulkan bukti lewat rekaman video, pemeriksaan saksi, dan profiling pelaku.
Sebelumnya polisi sempat mengamankan total 32 orang terkait kerusuhan tersebut. Namun setelah pemeriksaan, 23 orang dipulangkan dan dikenakan wajib lapor karena belum cukup bukti untuk dijadikan tersangka.
Nggak cuma ricuh biasa, dampak kerusuhan ini juga lumayan parah. Polda Papua menerima 28 laporan polisi mulai dari pencurian kendaraan bermotor, pembakaran kendaraan, pengeroyokan, sampai pencurian handphone.
Data polisi mencatat ada 16 bangunan rusak, 11 motor, dan 21 mobil yang mengalami kerusakan bahkan dibakar massa. Meski nggak ada korban jiwa, total sembilan orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Kerusuhan ini bikin banyak fans sepak bola Indonesia sedih karena nama besar Persipura ikut tercoreng. Padahal klub berjuluk Mutiara Hitam itu selama ini dikenal sebagai salah satu tim legendaris di sepak bola nasional.
Di media sosial, banyak netizen Papua juga mulai ngajak suporter buat tetap dukung tim dengan cara yang lebih dewasa. Banyak yang bilang kecewa boleh, tapi jangan sampai merusak fasilitas umum atau membahayakan orang lain.
Sementara itu, polisi memastikan proses hukum bakal terus berjalan sampai semua pelaku yang terlibat dalam kerusuhan berhasil diungkap.





