JAYAPURA – Ada fakta yang cukup bikin geleng kepala dari data terbaru. Papua Pegunungan ternyata jadi provinsi dengan tingkat ketimpangan gender paling tinggi di Indonesia tahun 2025.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis lewat Databoks menunjukkan, skor Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia ada di angka 0,402 poin. Kabar baiknya, angka ini turun dibanding tahun sebelumnya—artinya secara nasional ada sedikit perbaikan.
Tapi di sisi lain, Papua Pegunungan justru masih jadi yang paling tinggi, dengan skor mencapai 0,584 poin. Semakin tinggi skor, berarti kesenjangan antara laki-laki dan perempuan juga makin besar.
Bukan cuma itu, beberapa wilayah di Papua juga masuk daftar atas ketimpangan gender. Mulai dari Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, sampai Papua Barat Daya—semuanya ada di 10 besar.
Buat yang penasaran, penilaian ini bukan asal-asalan. IKG dihitung dari tiga hal penting:
kesehatan reproduksi
pemberdayaan perempuan
partisipasi di dunia kerja
Artinya, kalau skor tinggi, bisa jadi perempuan masih kurang punya akses atau kesempatan yang sama di bidang-bidang tersebut.
Sementara itu, daerah dengan ketimpangan paling rendah justru ditempati oleh DKI Jakarta, disusul DI Yogyakarta dan Bali.
Intinya, meski Indonesia mulai menunjukkan perbaikan soal kesetaraan gender, masih ada “PR besar” di beberapa daerah—terutama Papua Pegunungan yang sampai sekarang masih jadi yang paling tertinggal dalam hal ini.





