NABIRE – Situasi sempat panas di Nabire, Papua Tengah. Sekelompok warga nekat melakukan aksi palang proyek pembangunan pusat pemerintahan (Puspem). Tapi, aksi ini nggak berlangsung lama karena langsung direspons aparat.
Polsek Nabire Barat akhirnya mengamankan total 18 orang yang terlibat dalam aksi pemalangan proyek pembangunan Kantor Sentra Pemerintahan Provinsi Papua Tengah di Kampung Wanggar Makmur, Distrik Wanggar, Selasa (5/5/2026). Mereka kemudian dibawa ke Polres Nabire buat diberikan pembinaan dan penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Nabire Barat Iptu Adam Mahardika di Nabire, Rabu, mengatakan pihaknya melakukan respons cepat aksi keributan dan pemalangan pekerjaan proyek tersebut untuk memastikan aktivitas pekerjaan tetap berjalan aman dan kondusif.
Nah, ternyata aksi palang ini bukan tanpa alasan. Warga menuntut pihak pelaksana proyek, yaitu PT KSO PP-ABC, supaya membuka tambahan lapangan kerja. Mereka minta sekitar 20 orang warga lokal bisa direkrut dengan upah sekitar Rp300 ribu per hari.
Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian memilih pendekatan yang lebih adem. Mereka mengamankan lokasi, lalu berkoordinasi dengan pihak terkait supaya kondisi nggak makin memanas.
Singkatnya, aksi ini jadi pengingat kalau komunikasi antara warga dan pihak proyek itu penting banget. Kalau nggak nyambung, ya bisa berujung aksi kayak gini.





