JAYAPURA – Aksi perempuan Papua lagi jadi sorotan. Mereka yang tergabung dalam Suara Perempuan Papua Bersatu akhirnya turun langsung ke jalan buat menyuarakan keresahan yang selama ini mereka rasakan, Kamis (30/4/2026).
Aksi ini bukan sekadar demo biasa. Mereka datang dengan satu pesan kuat: stop kekerasan dan kasih perhatian serius buat perempuan dan anak-anak di Tanah Papua.
Dalam aksi tersebut, para perempuan ini menyampaikan kalau kondisi di Papua makin memprihatinkan, terutama di daerah konflik. Banyak perempuan dan anak jadi korban, bahkan harus kehilangan tempat tinggal dan hidup dalam keterbatasan.
Mereka juga menyoroti bahwa sampai sekarang, masih banyak kasus kekerasan yang belum ditangani secara maksimal. Bahkan, ada dugaan tindakan yang nggak manusiawi seperti penangkapan sewenang-wenang dan perlakuan kasar di beberapa wilayah.
Nggak cuma itu, jumlah pengungsi juga terus bertambah. Data yang dihimpun menunjukkan ada lebih dari 100 ribu orang mengungsi, dan sebagian besar adalah perempuan serta anak-anak yang hidup dalam kondisi serba terbatas.
Lewat aksi ini, mereka mendesak pemerintah dan semua pihak untuk benar-benar hadir dan memberikan solusi nyata, bukan cuma janji. Mereka juga ingin suara perempuan Papua lebih didengar dalam setiap keputusan yang menyangkut masa depan Tanah Papua.
Intinya, aksi ini jadi bukti kalau perempuan Papua nggak lagi diam—mereka mulai berdiri, bersuara, dan berjuang demi keadilan dan kehidupan yang lebih manusiawi.





