JAYAPURA — Pembangunan infrastruktur di Papua terus berjalan. Salah satunya pembangunan Jembatan Garuda yang diharapkan bisa membuka akses warga dan membuat aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang turun langsung melihat sejumlah lokasi pembangunan di Distrik Nimboran dan Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Jumat (28/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam bersama rombongan mengecek pembangunan Jembatan Garuda yang berada di Kampung Nimbokran, Kampung Nimbokran 1, Kampung Meyu hingga Kampung Genyem.
Bukan hanya melihat pekerjaan fisik, kunjungan itu juga menjadi kesempatan untuk bertemu langsung dengan masyarakat.
Di Kampung Genyem, Pangdam melakukan pengguntingan pita sekaligus menyerahkan peralatan olahraga dan seragam sekolah kepada masyarakat dan anak-anak setempat.
Bukan Sekadar Bangun Jembatan
Pangdam menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur yang ditujukan untuk membuka akses transportasi dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Jembatan diharapkan bisa membuat perjalanan warga lebih mudah, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan dan pusat-pusat kegiatan ekonomi.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Papua, termasuk Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Program yang dijalankan juga tidak hanya soal jembatan. Ada sejumlah fasilitas lain yang ikut dibangun, seperti sumur bor untuk air bersih, MCK, rehabilitasi rumah tidak layak huni, penyediaan listrik, pembangunan koperasi desa hingga revitalisasi sekolah.
“Berbagai program pembangunan ini diharapkan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses transportasi, pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, listrik, perekonomian dan kualitas kehidupan masyarakat di Papua,” ujar Febriel.
Harapannya Warga yang Rasakan Manfaat
Pangdam menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada berdirinya bangunan atau fasilitas baru.
Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan tersebut benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Dengan adanya jembatan, warga diharapkan bisa lebih mudah menjalankan aktivitas sehari-hari, bepergian, membawa hasil usaha maupun mengakses layanan pendidikan dan kesehatan.
Selain pembangunan fisik, kegiatan di lapangan juga disertai berbagai program sosial.
Di antaranya pengobatan massal, sunatan massal, pembagian sembako, penyediaan sarana olahraga, pembagian kitab suci dan seragam sekolah, serta kegiatan bersama masyarakat yang turut mengangkat budaya lokal.
Menurut Pangdam, pendekatan seperti ini penting agar pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.
“Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus memastikan pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan warga di wilayah penugasan,” ungkapnya.
Melalui peninjauan langsung tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih memastikan pembangunan di sejumlah wilayah terus berjalan.
Harapannya sederhana: jembatan yang dibangun bukan hanya menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya, tetapi juga membantu membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat Papua untuk bergerak, bekerja, belajar dan mendapatkan pelayanan yang lebih baik.





