PAPUA – Kabar mengejutkan datang dari Pegunungan Jayawijaya, Papua. Peneliti asal Denmark memperlihatkan kondisi terbaru es abadi di Puncak Jaya yang kini terus menyusut drastis akibat perubahan iklim global. Temuan itu dipublikasikan pada Kamis (28/5/2026) dan langsung jadi perhatian dunia.
Ekspedisi yang dipimpin peneliti dan eksplorator Denmark, Klaus Thymann, mendokumentasikan kondisi terkini gletser tropis terakhir di Indonesia yang berada di kawasan Puncak Jaya. Dari hasil penelitian tersebut, luas es disebut sudah berkurang sekitar 95 persen sejak tahun 2002 dan diperkirakan bisa hilang sepenuhnya dalam beberapa tahun ke depan.
Tim peneliti menggunakan drone dan teknologi pemetaan 3D untuk memantau kondisi gletser di tengah cuaca ekstrem Papua. Hasilnya menunjukkan bahwa lapisan es yang dulu sangat luas kini tinggal sebagian kecil saja.
Fenomena ini disebut sebagai dampak nyata dari pemanasan global yang makin parah. Suhu bumi yang terus meningkat membuat es di kawasan tropis seperti Papua mencair lebih cepat dibanding sebelumnya. Bahkan, para peneliti menyebut kondisi ini sebagai “kehancuran planet yang dipercepat”.
Selain berdampak pada lingkungan, hilangnya salju abadi Papua juga dianggap sebagai kehilangan besar bagi masyarakat lokal dan sejarah alam Indonesia. Puncak Jaya selama ini dikenal sebagai satu-satunya lokasi di Asia Tenggara yang memiliki gletser tropis.
Peneliti dari Universitas Gadjah Mada juga mengungkapkan bahwa penyusutan gletser di Papua dipicu peningkatan suhu bumi akibat emisi karbon dan perubahan tata guna lahan. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka es abadi Papua diprediksi benar-benar lenyap sebelum akhir dekade ini.





