spot_img
spot_img
HeadlinesMendikdasmen Turun Langsung ke Papua Barat Daya: “Anak di Daerah Terpencil Nggak...

Mendikdasmen Turun Langsung ke Papua Barat Daya: “Anak di Daerah Terpencil Nggak Boleh Ketinggalan Sekolah!”

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan di Papua Barat Daya tidak boleh tertinggal saat kunjungan ke Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Rabu, 27 Mei 2026. Pemerintah siapkan berbagai program pendidikan untuk wilayah terpencil.

Must read

SORONG — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan kalau pendidikan di Papua Barat Daya nggak boleh tertinggal dibanding daerah lain di Indonesia. Pesan itu disampaikan saat dirinya mengunjungi Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu, 27 Mei 2026.

Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti bilang pemerintah ingin memastikan semua anak Indonesia tetap bisa sekolah, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil seperti Pulau Arar.

“Nggak boleh ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan sekolah cuma karena faktor ekonomi, keterbatasan fisik, atau tinggal di daerah terpencil,” begitu kira-kira pesan utama yang disampaikan Mendikdasmen saat kunjungan tersebut.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendidikan khusus buat daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), termasuk revitalisasi sekolah yang rusak berat dan penguatan layanan pendidikan di wilayah pelosok Papua.

Selain pembangunan fisik sekolah, Kemendikdasmen juga memperkuat beberapa model pembelajaran seperti pendidikan jarak jauh (PJJ), sekolah satu atap, sekolah terbuka berbasis komunitas, pendidikan kesetaraan, sampai kursus dan pelatihan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, mengatakan kunjungan Mendikdasmen ke Pulau Arar jadi momen bersejarah karena baru pertama kali ada menteri yang datang langsung ke wilayah tersebut.

Ia juga menjelaskan kalau Papua Barat Daya punya sekitar 160 ribu peserta didik, lebih dari 1.200 sekolah, dan sekitar 10 ribu guru yang tersebar di lebih dari 900 kampung. Karena itu, pemerataan pendidikan di wilayah Papua memang masih jadi tantangan besar.

Meski akses pendidikan di daerah terpencil masih menghadapi banyak hambatan seperti transportasi dan fasilitas terbatas, pemerintah berharap semangat belajar anak-anak Papua tetap terus menyala demi menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular