JAYAPURA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua ternyata masih punya PR besar, guys. Badan Gizi Nasional alias BGN mengakui kalau variasi menu MBG di Papua saat ini masih terbilang minim dibanding daerah lain di Indonesia.
Hal itu disampaikan saat kegiatan sosialisasi modul pelaksanaan MBG yang digelar di Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Kamis, 21 Mei 2026.
Plt Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Gunalan, mengatakan kalau menu MBG di sekolah-sekolah Pulau Jawa sudah punya sekitar 20 sampai 30 variasi menu. Sementara di Papua, khususnya Kabupaten Jayapura, jumlahnya baru sekitar lima sampai tujuh menu aja.
Karena itulah, BGN sekarang mendorong para ahli gizi supaya lebih kreatif bikin menu makanan yang variatif biar anak-anak sekolah nggak cepat bosan saat mengikuti program MBG.
Menurut Gunalan, menu yang beragam bisa bikin siswa makin semangat datang ke sekolah. Bahkan, pihaknya mengaku sudah menerima beberapa testimoni positif dari UNICEF dan delegasi Tiongkok terkait pelaksanaan program MBG di Kabupaten Jayapura. Salah satu dampak yang paling terasa adalah meningkatnya minat anak-anak untuk hadir di sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, BGN juga menyiapkan sebanyak 23 modul edukasi untuk dipelajari oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jayapura. Pemerintah berharap para pengelola MBG bisa jadi agen edukasi sekaligus terus mengembangkan menu-menu lokal yang sehat dan disukai siswa.
Saat ini, Kabupaten Jayapura disebut sudah memiliki 24 SPPG yang berjalan cukup baik. Meski begitu, persoalan variasi menu masih menjadi tantangan utama yang ingin segera dibenahi oleh BGN.





