PAPUA BARAT — Buat banyak orang, kerja dari rumah atau work from home (WFH) mungkin identik dengan santai sambil buka laptop dan ngopi cantik. Tapi cerita para ASN di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) Papua Barat justru beda banget dan bikin banyak orang melongo.
Pada Kamis, 22 Mei 2026, kisah perjuangan ASN di wilayah terpencil Papua Barat ramai dibahas karena memperlihatkan realita kerja yang penuh tantangan, mulai dari sinyal internet yang hilang muncul, listrik terbatas, sampai medan perjalanan yang nggak gampang.
Di beberapa daerah, ASN bahkan harus mencari titik tertentu hanya buat mendapatkan jaringan internet supaya bisa mengirim laporan atau ikut rapat online. Ada yang harus naik bukit, pindah kampung, bahkan menunggu cuaca membaik dulu supaya koneksi kembali normal.
Bukan cuma soal internet, masalah listrik juga jadi tantangan serius. Di sejumlah wilayah 3T Papua Barat, listrik belum menyala 24 jam penuh. Akibatnya, ASN harus pintar-pintar mengatur waktu mengisi daya laptop dan ponsel sebelum bekerja.
Kondisi geografis Papua Barat yang dipenuhi pegunungan, hutan, dan wilayah kepulauan juga bikin mobilitas jadi susah. Beberapa pegawai bahkan harus menempuh perjalanan jauh menggunakan perahu atau berjalan kaki demi sampai ke lokasi kerja maupun titik jaringan internet.
Meski menghadapi keterbatasan, para ASN tetap berusaha menjalankan tugas pelayanan masyarakat dengan maksimal. Banyak dari mereka tetap disiplin bekerja demi memastikan pelayanan pemerintahan di daerah terpencil tetap berjalan.
Cerita ini akhirnya membuka mata banyak orang kalau WFH di daerah 3T ternyata nggak sesimpel yang sering dibayangkan masyarakat perkotaan. Di balik layar rapat online dan laporan digital, ada perjuangan besar yang jarang terlihat publik.
Kisah para ASN Papua Barat ini juga jadi pengingat kalau pemerataan infrastruktur internet, listrik, dan transportasi di wilayah timur Indonesia masih jadi pekerjaan rumah besar yang perlu terus diperhatikan pemerintah.





