JAYAPURA – Distrik Depapre di Kabupaten Jayapura lagi disiapkan naik level jadi pusat industri perikanan di Papua—bahkan bakal punya industri pengalengan ikan pertama di wilayah ini!
Program ini digagas langsung oleh Pemerintah Provinsi Papua sebagai bagian dari strategi besar buat dorong ekonomi berbasis laut. Jadi nggak cuma tangkap ikan, tapi juga langsung diolah biar punya nilai jual lebih tinggi.
Rencananya, Depapre bakal dibangun berbagai fasilitas penting, mulai dari dermaga kampung, akses ke laut, sampai kawasan khusus nelayan. Yang paling menarik, bakal ada juga pabrik pengalengan ikan buat mendukung industri ini.
Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, juga memastikan kalau pembangunan ini tetap menghargai hak masyarakat adat. Artinya, tanah tetap milik warga, pemerintah cuma bantu buka akses pembangunan biar manfaatnya bisa dirasakan bersama.
Kepastian pengembangan kawasan ini dikonfirmasi dalam pertemuan strategis dengan para tokoh adat (Ondoafi) dan masyarakat di Kampung Waiya, Rabu (29/4/2026). Langkah ini diambil guna mengoptimalkan potensi laut Papua yang melimpah sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat lokal.
Selain infrastruktur, pemerintah juga bakal support nelayan dengan bantuan kapal tangkap dan pendampingan teknis. Tujuannya jelas: hasil tangkapan meningkat, ekonomi warga juga ikut naik.
Dengan potensi laut Papua yang besar banget, Depapre diproyeksikan jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kelautan. Kalau semua berjalan lancar, wilayah ini bisa jadi “game changer” buat sektor perikanan di Papua.
Intinya, Depapre lagi dipersiapkan bukan cuma jadi kampung nelayan biasa, tapi jadi pusat industri modern yang bisa bawa dampak besar buat masyarakat sekitar.





