spot_img
spot_img
HeadlinesKisah Pilu dari Jila: 20 Hari Tanpa Makan, Yosina Meninggal, Demerina Berhasil...

Kisah Pilu dari Jila: 20 Hari Tanpa Makan, Yosina Meninggal, Demerina Berhasil Diselamatkan Usai Disandera KKB OPM

Yosina meninggal setelah sekitar 20 hari dalam penyanderaan di Jila, Mimika. Demerina Uamang berhasil dievakuasi ke Timika dalam kondisi lemah dan syok.

Must read

TIMIKA, Papua Tengah — Kisah pilu datang dari Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Setelah sekitar 20 hari berada dalam kondisi sulit di kawasan hutan, salah satu korban penculikan, Yosina, akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu, seorang korban lainnya, Demerina Uamang (23), berhasil ditemukan dalam kondisi lemah dan dievakuasi ke Timika pada Senin (14/9/2026).

Demerina kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Timika. Kondisinya masih membutuhkan perhatian serius setelah melewati masa panjang dalam situasi penyanderaan.

Ditemukan Bersama Yosina yang Sudah Meninggal

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan Demerina ditemukan pada 7 September 2026 di wilayah Kampung Bela 1, Distrik Alama.

Saat ditemukan, Demerina ternyata tidak sendirian. Ia bersama Yosina.

Namun, ketika masyarakat menemukan mereka, kondisi Yosina sudah sangat memprihatinkan hingga akhirnya diketahui telah meninggal dunia.

Yosina disebut mengalami kondisi tubuh yang sangat kurus setelah sekitar 20 hari berada dalam kondisi sulit dan tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup.

“Adik Uamang ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun, sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan,” kata Yusuf saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).

Kondisi tersebut menggambarkan betapa beratnya situasi yang harus dilewati kedua korban selama berada di kawasan hutan.

Demerina Diselamatkan Warga Kampung Bela

Begitu mengetahui ada korban selamat, masyarakat Kampung Bela langsung mengambil langkah untuk membantu.

Demerina yang ditemukan dalam kondisi fisik lemah dirawat oleh warga setempat sambil menunggu proses evakuasi menuju Timika.

Informasi mengenai keberadaan korban pertama kali diterima Satgas pada 7 September 2026 melalui jaringan yang berada di Distrik Jila.

Seorang kepala kampung dari Kampung Bela 1 datang ke Jila dan menyampaikan informasi bahwa masyarakat menemukan seorang korban selamat di wilayah Bela.

Saat itu identitas korban belum diketahui. Aparat kemudian melakukan penyelidikan dan proses identifikasi.

Hasilnya, korban tersebut dipastikan sebagai Demerina Uamang, salah satu dari sembilan warga yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.

Empat Hari Helikopter Tak Bisa Masuk

Upaya mengevakuasi Demerina ternyata tidak langsung berjalan mulus.

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat melakukan koordinasi untuk menjemput korban. Namun, kondisi cuaca di kawasan pegunungan menjadi kendala besar.

Helikopter yang akan digunakan untuk evakuasi bahkan sempat tidak dapat mencapai lokasi.

Yusuf mengatakan, tim telah mencoba melakukan evakuasi beberapa hari sebelumnya. Namun, cuaca buruk membuat penerbangan tidak memungkinkan.

“Empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana,” ujarnya.

Baru pada Senin pagi (14/9/2026), kondisi cuaca membaik. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan tim untuk melakukan penjemputan.

Proses evakuasi juga mendapat dukungan dari Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak, tokoh masyarakat serta kepala kampung setempat.

Tiba di Timika Menggunakan Helikopter

Demerina kemudian diterbangkan menggunakan Helikopter Bell P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026.

Helikopter tersebut tiba di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah sekitar pukul 09.08 WIT.

Setelah tiba di Timika, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan perawatan medis.

Yusuf mengatakan kondisi fisik Demerina masih lemah sehingga membutuhkan penanganan untuk membantu memulihkan kondisinya.

“Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan,” jelas Yusuf.

Masih Syok dan Belum Bisa Dimintai Keterangan

Selain kondisi fisik, kondisi psikologis Demerina juga menjadi perhatian.

Demerina belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih mengalami syok berat setelah melalui masa penyanderaan dan menyaksikan rekannya, Yosina, meninggal dunia di dekatnya.

“Sementara adik Demerina belum dapat kita minta memberikan keterangan karena kondisinya memang sangat syok. Mungkin dia melihat bagaimana rekannya, adik Yosina, meninggal dunia di sampingnya,” ungkap Yusuf.

Keluarga korban juga menggambarkan betapa berat kondisi yang dialami selama berada dalam penyanderaan.

Nelson Mom, salah satu pihak keluarga, mengatakan para korban disebut mengalami kesulitan mendapatkan makanan selama berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.

“Selama dalam penyanderaan, kami mengalami keadaan yang sangat sulit. Kami tidak mendapatkan makanan dan kondisi sangat berat,” ujar Nelson.

Menurut keluarga, mereka bersyukur Demerina akhirnya berhasil dijemput dan mendapatkan perawatan di Timika.

Sementara itu, Yosina telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela.

Tujuh Korban Lain Masih Dicari

Setelah berhasil mengevakuasi Demerina, upaya penyelamatan belum berhenti.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 masih berupaya mencari dan menyelamatkan tujuh korban lainnya yang diyakini masih hidup.

Aparat mengajak masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan para korban agar segera menyampaikannya kepada aparat keamanan atau pihak berwenang.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan sendiri yang justru dapat membahayakan keselamatan para korban maupun warga di sekitar lokasi.

Bagi Demerina, kepulangan ke Timika menjadi awal dari proses panjang untuk memulihkan kondisi fisik dan mental setelah melewati pengalaman yang begitu berat. Kini, perhatian utama diarahkan pada keselamatan dan pemulihannya, sementara pencarian terhadap tujuh korban lainnya masih terus dilakukan.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular