TIMIKA, Papua Tengah — Setelah melewati situasi yang tidak mudah, satu korban selamat dari penyanderaan oleh kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, akhirnya berhasil dievakuasi ke Timika, Senin (14/9).
Korban bernama Demerina Uamang (23). Saat ini, Demerina menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Mimika untuk memastikan kondisi fisiknya mendapat penanganan yang baik.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jeremias Rontini turut datang menjenguk Demerina di rumah sakit. Ia melihat langsung kondisi korban setelah berhasil keluar dari situasi penyanderaan yang dialaminya.
Empat Kali Percobaan Evakuasi Terkendala Cuaca
Jeremias mengatakan, proses evakuasi Demerina bukan perkara mudah. Korban sebelumnya berada di Distrik Bella dan akhirnya berhasil dibawa menuju Timika menggunakan helikopter Polri.
Namun, perjalanan tersebut sempat beberapa kali tertunda karena kondisi cuaca di wilayah pegunungan yang tidak menentu.
Menurut Jeremias, pihaknya bahkan telah melakukan uji coba penerbangan sebanyak empat kali sebelum akhirnya proses evakuasi berhasil dilakukan pada Senin.
“Kami bersyukur hari ini Kepolisian berhasil mengevakuasi korban. Bayangkan, kita sudah melakukan uji coba selama empat kali karena cuaca yang tidak menentu, dan hari ini bisa berhasil,” kata Jeremias.
Keberhasilan evakuasi itu juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Kapolda menyampaikan terima kasih kepada Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) yang ikut memfasilitasi proses evakuasi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada masyarakat dan para tokoh masyarakat dari Jila, Bella dan Alama yang ikut memberikan dukungan selama proses penyelamatan berlangsung.
“Tanpa beliau yang memfasilitasi ini, kita mungkin tidak bisa berhasil mengevakuasi sandera ini. Begitu juga seluruh tokoh dan masyarakat, terima kasih atas dukungannya,” ujarnya.
Trauma Masih Terlihat
Meski secara fisik sudah berhasil dibawa ke tempat yang lebih aman, pengalaman yang dialami Demerina tampaknya masih membekas.
Jeremias mengatakan, kondisi psikologis korban masih menunjukkan tanda-tanda trauma. Hal itu terlihat ketika dirinya menjenguk Demerina di rumah sakit.
Karena itu, selain mendapatkan perawatan medis, kondisi psikologis Demerina juga akan terus dipantau selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Mimika.
“Kalau dilihat dari wajahnya, terlihat bahwa trauma itu masih ada. Selanjutnya untuk perawatannya kita serahkan kepada pihak rumah sakit sambil melihat perkembangan psikologis korban,” ungkapnya.
Bagi pihak kepolisian, keberhasilan membawa Demerina keluar dari lokasi penyanderaan bukan sekadar operasi evakuasi. Ada sisi kemanusiaan yang menjadi perhatian utama, terutama karena korban masih dalam kondisi hidup dan membutuhkan pertolongan.
Kapolda menegaskan, penyelamatan korban menjadi bagian dari prinsip kemanusiaan yang dijalankan Polri dalam menangani kasus penyanderaan tersebut.
Kini, Demerina berada di Timika untuk mendapatkan perawatan. Harapannya, setelah melalui masa yang berat, korban perlahan bisa memulihkan kondisi fisik maupun mentalnya dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang.





