TIMIKA, PAPUA TENGAH – Situasi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih menyisakan duka setelah dua ibu menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata.
Salah satu korban, Neringget Magai (48), dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak. Sementara korban lainnya, Inkolun Aim, masih hidup setelah diduga dilempar ke jurang. Ia ditemukan dalam kondisi mengalami patah kaki.
Peristiwa tersebut disebut terjadi setelah kelompok bersenjata membawa paksa sembilan perempuan, termasuk sejumlah anak-anak dan seorang remaja yang sedang hamil muda.
Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda menjelaskan, kedua ibu tersebut diduga berusaha menghalangi ketika anak mereka dibawa bersama kelompok perempuan tersebut.
Informasi itu disampaikan Jozanda dalam konferensi pers pada Rabu (19/8/2026).
Sembilan Perempuan Dibawa Paksa
Menurut keterangan warga yang diterima aparat, sekitar 15 orang bersenjata laras panjang mendatangi wilayah tersebut dan membawa paksa sembilan perempuan.
Kelompok tersebut disebut belum diketahui secara pasti berasal dari kelompok mana. Namun, warga menyebut mereka menggunakan bahasa yang berbeda dengan masyarakat setempat.
Dandim mengatakan, dua ibu kemudian berusaha menghalangi tindakan tersebut.
Salah satunya, Neringget Magai, disebut ditembak hingga meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dibakar oleh pihak keluarga.
Sementara Inkolun Aim diduga dilempar ke jurang. Ia berhasil ditemukan dalam keadaan hidup, tetapi mengalami patah kaki.
Ada Anak SD dan Remaja Hamil
Yang membuat situasi semakin memprihatinkan, dari sembilan perempuan yang dibawa paksa tersebut terdapat beberapa anak yang masih duduk di bangku kelas 3, 4 dan 6 SD.
Selain itu, terdapat seorang perempuan berusia 17 tahun yang disebut sedang hamil muda, serta tiga perempuan lainnya yang berusia sekitar 18 tahun.
TNI kemudian merespons laporan tersebut dengan mengerahkan tim Satgas untuk melakukan pengejaran sekaligus berupaya menyelamatkan para perempuan yang dibawa paksa.
“Kami kirimkan tim Satgas untuk mengejar pelaku. Mohon bersabar, butuh usaha yang keras untuk bisa melakukan penyelamatan,” kata Jozanda.
Warga Jila Masih Ketakutan
Jozanda juga mengungkapkan kondisi masyarakat di Distrik Jila masih diliputi ketakutan.
Selain membutuhkan rasa aman, warga juga mulai membutuhkan pasokan bahan makanan.
TNI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menyiapkan bantuan logistik bagi masyarakat Jila.
Namun, pengiriman bantuan juga perlu dilakukan secara hati-hati karena adanya kekhawatiran terhadap keamanan jalur menuju wilayah tersebut.
Penerbangan ke Jila Masih Ditutup
Untuk kondisi keamanan secara umum, Jozanda menyebut situasi di Distrik Jila saat ini relatif kondusif.
Meski demikian, penerbangan menuju Jila masih ditutup sampai ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi keamanan.
Pemerintah Kabupaten Mimika dan pihak keamanan akan kembali memberikan informasi mengenai kapan penerbangan ke Jila dapat dibuka.
Jozanda berharap sembilan perempuan yang dibawa paksa dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali berkumpul dengan keluarga.
Ia juga meminta dukungan doa agar proses pengejaran dan penyelamatan dapat berjalan lancar.





