SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA – Situasi sempat memanas di kawasan Jalan Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Ratusan massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari berbagai kelompok usia berkumpul di kawasan tersebut. Massa menyampaikan kekecewaan karena aksi yang sebelumnya mereka rencanakan tidak dapat dilanjutkan setelah diblokade oleh aparat gabungan.
Ketegangan mulai terasa ketika polisi berusaha meminta massa mundur dari lokasi.
Namun, di tengah situasi yang mulai panas, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan langsung mengingatkan seluruh anggotanya agar tetap tenang dan tidak mengambil tindakan yang justru bisa memperbesar masalah.
Kapolres: Jangan Lempar Batu, Jangan Lepas Tembakan
Kapolres Jayapura yang berada langsung di lokasi meminta personel mengutamakan keselamatan dan pendekatan persuasif dalam mengendalikan situasi.
“Saya ingatkan anggota agar tidak melempar massa dengan batu, jangan lepas tembakan,” kata Dionisius saat memantau proses negosiasi dengan massa, Sabtu (15/8/2026).
Ia meminta seluruh personel yang melakukan pengamanan tidak terpancing situasi dan tetap mampu mengendalikan diri.
Menurutnya, langkah-langkah persuasif harus menjadi prioritas agar ketegangan tidak berkembang menjadi bentrokan yang dapat membahayakan masyarakat maupun aparat.
750 Personel Gabungan Dikerahkan
Untuk mengantisipasi aksi di sejumlah wilayah Kabupaten Jayapura, sekitar 750 personel gabungan dikerahkan.
Personel tersebut terdiri dari Polres Jayapura, Lanud, Kodim, Yonif TP 810/BEM, Brimob Polda Papua dan Satpol PP.
Pengamanan dilakukan di sekitar 10 titik yang sebelumnya menjadi lokasi rencana aksi.
Khusus di kawasan Jalan Pos 7 Sentani, aparat juga menyiagakan dua unit water cannon untuk membatasi pergerakan massa sekaligus mengantisipasi situasi yang semakin tidak terkendali.
Negosiasi Terus Dilakukan
Di tengah penjagaan ketat, aparat dan perwakilan massa terus melakukan negosiasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencari jalan keluar dan mencegah situasi berkembang menjadi lebih serius.
Aparat juga terus memantau kondisi di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan masyarakat yang berada di kawasan Pos 7 Sentani.
Kapolres menekankan agar seluruh anggota tetap mengutamakan keselamatan, mengendalikan emosi dan tidak melakukan tindakan berbahaya selama proses pengamanan berlangsung.
Situasi di Pos 7 Sentani masih terus dipantau sambil proses negosiasi dilakukan antara pihak kepolisian dan massa.





