ASMAT – Kabar baik datang buat dunia pendidikan di Papua Selatan. Gubernur Apolo Safanpo resmi meresmikan Gedung Asrama Pelajar dan Laboratorium Komputer SMAK Seminari Yohanes Penginjil di Kampung Mbait, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu (1/8/2026).
Peresmian ini jadi langkah penting untuk mendukung pendidikan anak-anak Papua, khususnya Orang Asli Papua (OAP), agar bukan cuma hebat di kelas, tapi juga punya karakter yang kuat.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, Wakil Bupati Yoel Manggaprou, jajaran Forkopimda Papua Selatan dan Kabupaten Asmat, para pastor, tokoh masyarakat, guru, hingga para pelajar.
Diawali Misa Syukur dan Pemberkatan Gedung
Sebelum gedung diresmikan, seluruh rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Ekaristi Syukur yang dilanjutkan pemberkatan asrama serta ruang laboratorium komputer.
Prosesi pemberkatan dipimpin Pastor Innocentius Rettobjaan sebagai ungkapan syukur atas hadirnya fasilitas pendidikan baru yang diharapkan membawa manfaat besar bagi generasi muda Asmat.
Apolo: Pintar Itu Penting, Tapi Karakter Jauh Lebih Penting
Dalam sambutannya, Gubernur Apolo menyampaikan kalau sekolah bukan cuma tempat cari nilai bagus atau belajar teori.
Menurutnya, pendidikan umum memang membekali siswa dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Tapi sekolah berbasis keagamaan punya tugas yang lebih besar, yaitu membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan.
Ia mengatakan anak-anak perlu dididik agar tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, adil, bertanggung jawab, serta mampu menghargai sesama.
Nilai-nilai seperti itulah yang menjadi bekal penting untuk mencetak pemimpin masa depan Papua.
Asrama Jadi Tempat Bentuk Mental Anak Papua
Apolo menilai sistem pendidikan berasrama sangat cocok diterapkan karena tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup yang baik.
Menurutnya, para siswa bisa belajar hidup mandiri, disiplin, saling menghormati, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau di sekolah mereka dapat ilmu dan keterampilan, maka di asrama mereka belajar nilai-nilai kehidupan dan membangun karakter,” ujarnya.
Pemprov Papua Selatan Terus Bangun Asrama
Gubernur juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan telah membangun empat unit asrama pelajar pada tahun 2024 yang tersebar di Kabupaten Asmat, Mappi, Boven Digoel, dan Merauke.
Program tersebut akan terus dilanjutkan setiap tahun dengan membangun empat asrama baru di empat kabupaten tersebut.
Menurut Apolo, pembangunan itu diprioritaskan untuk mendukung pendidikan anak-anak asli Papua agar memiliki akses belajar yang lebih baik.
Sumur Bor dan Dana Operasional Langsung Disiapkan
Tak hanya meresmikan gedung, Gubernur juga langsung merespons kebutuhan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Asmat.
Ia menginstruksikan Dinas PUPR Papua Selatan untuk membangun sumur bor di kompleks asrama melalui APBD Perubahan tahun ini.
Selain itu, Dinas Pendidikan Papua Selatan juga diminta menyiapkan anggaran operasional asrama mulai APBD Perubahan 2026 agar fasilitas yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Harapan untuk Generasi Papua
Melalui pembangunan asrama dan fasilitas pendidikan ini, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap semakin banyak generasi muda Papua yang mendapatkan kesempatan belajar dalam lingkungan yang nyaman, aman, dan mendukung pembentukan karakter.
Pesannya sederhana, anak Papua bukan cuma harus pintar di kelas, tapi juga punya mental kuat, karakter baik, dan siap jadi pemimpin masa depan bagi tanahnya sendiri.





