JAYAPURA – Kepergian mantan Wali Kota Jayapura, M.R Kambu, meninggalkan kenangan mendalam bagi Benhur Tomi Mano (BTM).
Keduanya sama-sama pernah memimpin Kota Jayapura. Namun, di balik perjalanan politik tersebut, M.R Kambu disebut menjadi salah satu sosok penting yang mempersiapkan BTM untuk melanjutkan kepemimpinan di Kota Jayapura.
BTM mengenang kembali momen ketika dirinya mulai dipersiapkan untuk maju dalam Pilkada Kota Jayapura. Saat itu, ia bersama dua tokoh lainnya pernah dipanggil secara khusus oleh M.R Kambu ke kediamannya.
Momen tersebut terjadi tengah malam.
“Saya ingat itu jam 12 malam. Saya bersama dua orang lainnya dipanggil Bapa (M.R Kambu) dan ditanya satu-satu,” kenang BTM.
Ketiga orang yang dipanggil saat itu diketahui sama-sama memiliki peluang untuk maju sebagai calon Wali Kota Jayapura.
Namun, pada akhirnya BTM yang dipilih untuk dipersiapkan sebagai sosok yang akan melanjutkan kepemimpinan di Kota Jayapura.
BTM mengaku keputusan tersebut tidak terlepas dari sikapnya yang memilih untuk tidak maju sebagai Wali Kota pada periode sebelumnya.
Ia menyadari bahwa saat itu M.R Kambu masih memiliki rencana untuk kembali maju dalam periode kedua kepemimpinannya. Karena itu, BTM memilih untuk tidak bersaing dan mengambil kesempatan tersebut sebagai waktu untuk belajar langsung dari sosok yang lebih senior.
“Itu karena saya tidak melawan (maju menjadi Wali Kota) pada periode sebelumnya. Saya tahu Bapa akan kembali maju di periode kedua, jadi saya memilih belajar dulu dari Bapa,” cerita BTM.
Dari situlah, hubungan keduanya semakin erat dalam perjalanan pemerintahan dan politik di Kota Jayapura.
Menurut BTM, M.R Kambu yang dikenal sebagai salah satu pamong senior telah memberikan banyak pelajaran sekaligus mempersiapkan dirinya untuk menjadi penerus kepemimpinan.
BTM mengaku tidak akan pernah melupakan jasa dan peran M.R Kambu dalam perjalanan hidupnya hingga berada di posisi seperti sekarang.
“M.R Kambu yang menyiapkan saya sampai saya seperti ini. Saya tidak bisa lupa itu,” tutup BTM.





