MIMIKA, PAPUA TENGAH – Warga di Kabupaten Mimika kembali dibuat geger setelah seorang tukang ojek ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam di bagian kepala. Korban diduga menjadi korban aksi pembegalan.
Jenazah korban ditemukan di kawasan Jalan Poros SP 2–SP 5, tepatnya di sekitar Jembatan Waker, Lorong Amungsa Indah, Kabupaten Mimika, Sabtu (25/7/2026) dini hari.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Alredo, kasus ini awalnya diketahui setelah adanya laporan dari seorang saksi yang menginformasikan dugaan aksi pembegalan di kawasan tersebut.
Mendapat laporan itu, Tim Perintis langsung bergerak menuju lokasi. Namun, saat tiba di tempat kejadian, petugas awalnya hanya menemukan sebuah sepeda motor yang tergeletak di sekitar lokasi.
Situasi kemudian berkembang setelah Kapolres Mimika menerima sebuah pesan suara yang mengabarkan adanya aksi pembegalan terhadap sejumlah orang dan adanya korban yang meninggal dunia.
“Setelah itu saya dapat kiriman sebuah pesan suara yang menginfokan adanya aksi pembegalan terhadap beberapa orang dan orang yang terbunuh,” ujar Alredo.
Tim Opsnal Reskrim Polres Mimika kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Dari pencarian tersebut, polisi menemukan jenazah seorang pria di dalam semak-semak.
Korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka akibat senjata tajam di bagian kepala.
“Ketika Tim Opsnal Reskrim Polres Mimika turun, ditemukan sesosok jenazah di dalam semak-semak dengan luka senjata tajam,” sambungnya.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari saksi, pelaku diduga berjumlah sekitar lima hingga enam orang.
Dua orang di antaranya diduga menjalankan aksinya dengan cara berpura-pura menjadi penumpang ojek. Sementara korban sendiri diketahui berprofesi sebagai tukang ojek.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian, identitas para pelaku, serta motif di balik aksi tersebut.
Kapolres Mimika menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja maksimal untuk memburu dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut.
“Kami akan bekerja keras untuk menangkap para pelaku dan mengungkap kasus ini,” tegasnya.
Di tengah kasus yang masih dalam penanganan polisi, masyarakat Mimika juga diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas atau beraktivitas di kawasan yang sepi dan minim penerangan.
Kapolres mengimbau warga agar sebisa mungkin menghindari jalan-jalan yang sepi dan gelap, khususnya pada malam hingga dini hari.
Kasus penemuan jenazah tukang ojek ini kini masih ditangani Polres Mimika. Polisi terus mengumpulkan informasi dan bukti untuk mengungkap aksi dugaan pembegalan yang menewaskan korban.





