TIMIKA – Kabar baik bagi pencari kerja di Papua Tengah dan sekitarnya. PT Redpath Indonesia membuka peluang kerja untuk mendukung proyek penambangan di area operasional PT Freeport Indonesia yang berada di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Informasi kebutuhan tenaga kerja tersebut diketahui melalui surat resmi yang disampaikan perusahaan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika. Surat itu diterbitkan di Tembagapura pada 2 Maret 2026 dan mulai menjadi perhatian publik pada Kamis (12/3/2026).
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja diperkirakan meningkat seiring bertambahnya pekerjaan yang dipercayakan kepada PT Redpath Indonesia pada proyek tambang Freeport.
Sejumlah posisi yang dibutuhkan antara lain Driller untuk berbagai jenis alat tambang, operator alat berat seperti LHD, IT, ADT, Boom Truck dan Telehandler, Mechanic, Surveyor, Blaster atau Shotfirer, Shotcreter, hingga Foreman dan General Foreman Mining.
Selain itu, perusahaan juga membuka peluang bagi tenaga kerja yang memiliki keahlian sebagai Electrician, Fitter, Welder 6G, Construction, Engineer, serta beberapa posisi teknis pertambangan lainnya.
PT Redpath Indonesia menegaskan bahwa perusahaan akan mengutamakan proses seleksi dan rekrutmen tenaga kerja lokal, termasuk putra-putri daerah serta pencari kerja yang berdomisili di Kabupaten Mimika.

Meski demikian, untuk beberapa posisi tertentu yang membutuhkan keterampilan khusus dan sertifikasi tertentu, proses perekrutan juga memungkinkan dilakukan dari luar Mimika maupun luar Papua Tengah.
Sebagai langkah awal, perusahaan akan melakukan pengumpulan berkas lamaran dari para calon pekerja yang nantinya akan mengikuti tahapan seleksi sesuai kebutuhan masing-masing posisi.
Dengan adanya pembukaan lowongan ini, diharapkan masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang pertambangan dapat mempersiapkan diri dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk mengikuti proses seleksi.
Peluang ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi putra-putri Papua untuk berkarier di sektor pertambangan.





