JAYAPURA — Kabar kurang mengenakkan kembali datang untuk tim kebanggaan Papua, Persipura Jayapura. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu dijatuhi tiga sanksi sekaligus oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat kericuhan yang terjadi usai pertandingan play-off promosi melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe beberapa waktu lalu.
Dalam putusan yang kembali menjadi sorotan pada Selasa, 2 Juni 2026, Persipura diketahui menerima tiga jenis hukuman yang berkaitan dengan tingkah laku penonton saat pertandingan berlangsung maupun setelah laga berakhir.
Sanksi pertama berkaitan dengan kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan. Saat itu sejumlah suporter dilaporkan masuk ke lapangan, merusak fasilitas stadion, serta melakukan aksi yang dianggap melanggar kode disiplin PSSI. Akibatnya, Persipura dijatuhi hukuman pertandingan kandang tanpa penonton dan denda finansial.
Sanksi kedua muncul akibat invasi penonton ke dalam lapangan setelah pertandingan selesai. Komdis menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap regulasi pertandingan sepak bola profesional.
Sementara sanksi ketiga berkaitan dengan penggunaan flare, smoke bomb, dan petasan yang dinyalakan dari berbagai tribun Stadion Lukas Enembe. Pelanggaran ini menjadi salah satu penyumbang denda terbesar yang harus dibayar klub.
Meski demikian, ada sedikit kabar baik bagi Persipura. Setelah mengajukan banding, Komite Banding PSSI mengabulkan sebagian permohonan klub sehingga hukuman pertandingan kandang tanpa penonton yang sebelumnya berlaku satu musim penuh dipangkas menjadi lebih ringan.
Manajemen Persipura sebelumnya memang menyatakan keberatan atas hukuman tersebut karena dianggap sangat mempengaruhi atmosfer pertandingan, dukungan suporter, dan kondisi finansial klub.
Kini, manajemen bersama para suporter berharap seluruh persoalan disiplin bisa menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Di tengah persiapan menghadapi musim baru, Persipura juga sedang fokus melakukan pembenahan tim, mencari pelatih baru, dan menyusun skuad yang lebih kompetitif untuk kembali bersaing di papan atas sepak bola Indonesia.
Bagi para pendukung Mutiara Hitam, satu harapan tetap sama: melihat Persipura bangkit, kembali berjaya, dan mengharumkan nama Papua di pentas sepak bola nasional. ⚽🔥





