spot_img
spot_img
HeadlinesKacau Banget! TNI Ikut Nimbrung Sengketa Tanah Adat di Papua, LBH: Fix,...

Kacau Banget! TNI Ikut Nimbrung Sengketa Tanah Adat di Papua, LBH: Fix, Ini Intimidasi Negara!

Kehadiran TNI dalam sengketa tanah adat di Merauke, Papua Selatan, bikin heboh. LBH Papua Merauke menilai warga adat mendapat tekanan saat memperjuangkan hak atas tanah leluhur mereka.

Must read

MERAUKE – Drama soal tanah adat di Papua Selatan lagi panas-panasnya, guys! 🔥😳

Kali ini, sorotan tertuju ke Kampung Nakias, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke. Warga adat dari Marga Kamuyend lagi memperjuangkan hak atas tanah leluhur mereka yang disebut masuk dalam jalur proyek pembangunan jalan.

Yang bikin heboh, warga mengaku ada kehadiran anggota TNI di lokasi sengketa. Situasi ini langsung menuai reaksi dari LBH Papua Merauke yang menilai kehadiran aparat bersenjata di tengah konflik tanah adat bisa membuat masyarakat merasa tertekan. 😥

Menurut laporan yang disampaikan LBH Papua Merauke, sekitar 10 anggota TNI datang ke lokasi pemalangan yang dibuat warga adat pada Sabtu (23/5/2026). Pemalangan itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan jalan sepanjang 135 kilometer yang melintasi wilayah adat mereka. 🚧🌿

Bagi warga Marga Kamuyend, tanah tersebut bukan sekadar lahan biasa. Tanah itu dianggap sebagai warisan leluhur yang punya nilai sejarah, budaya, dan identitas bagi masyarakat adat setempat.

Karena itu, mereka memasang salib dan melakukan aksi damai sebagai simbol penolakan terhadap aktivitas pembangunan yang menurut mereka belum mendapat persetujuan penuh dari pemilik hak ulayat. ✝️🌳

LBH Papua Merauke kemudian meminta agar persoalan ini diselesaikan lewat dialog dan jalur hukum, bukan dengan pendekatan keamanan. Mereka menilai masyarakat adat punya hak untuk menyampaikan pendapat dan mempertahankan tanah leluhurnya secara damai.

Kasus ini pun langsung ramai dibahas di berbagai kalangan. Banyak aktivis dan kelompok masyarakat sipil menilai konflik tanah adat di Papua memang masih jadi persoalan besar yang perlu ditangani secara adil dan terbuka. 🤝

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur juga dianggap penting untuk membuka akses ekonomi dan transportasi bagi masyarakat. Karena itu, banyak pihak berharap pemerintah, masyarakat adat, dan semua pihak terkait bisa duduk bersama mencari solusi yang tidak merugikan siapa pun.

Sampai sekarang, sengketa tanah adat Marga Kamuyend masih terus bergulir. Warga berharap suara mereka didengar, sementara berbagai pihak mendorong agar penyelesaian dilakukan secara damai tanpa menimbulkan ketegangan baru di lapangan. 🔥🌿✊

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular