BANDUNG, Minggu (1/6/2026) – Sebuah momen hangat dan penuh makna terjadi saat masyarakat Papua menyerahkan replika rumah pohon Korowai kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Bukan sekadar cendera mata biasa, replika rumah pohon khas Suku Korowai itu menjadi simbol penghormatan sekaligus pesan penting tentang menjaga alam dan hutan Papua yang selama ini menjadi rumah bagi masyarakat adat.
Dalam suasana yang penuh keakraban, masyarakat Papua menyampaikan harapan dan doa agar KDM terus menjadi sosok yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Mereka berharap suara masyarakat adat dan upaya menjaga hutan Papua tetap mendapat perhatian di tengah derasnya arus pembangunan.
Buat yang belum tahu, rumah pohon Korowai bukan sekadar tempat tinggal. Bagi masyarakat Korowai, rumah tersebut merupakan bagian dari identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun. Karena itu, replika yang diberikan kepada KDM memiliki nilai simbolis yang sangat kuat.
Momen penyerahan itu pun langsung mencuri perhatian banyak orang. Di tengah berbagai isu pembangunan dan lingkungan yang terus menjadi perbincangan, hadiah sederhana tersebut justru membawa pesan yang begitu dalam: kemajuan boleh berjalan, tapi alam dan budaya jangan sampai ditinggalkan.
KDM sendiri dikenal cukup vokal dalam menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Karena itu, doa dan harapan yang disampaikan masyarakat Papua dianggap sejalan dengan berbagai pesan yang selama ini sering ia sampaikan kepada publik.
Banyak yang menilai peristiwa ini bukan hanya soal pemberian replika rumah adat. Lebih dari itu, ini adalah simbol persaudaraan antara masyarakat Papua dan Jawa Barat, sekaligus pengingat bahwa hutan Papua bukan hanya milik masyarakat Papua, tetapi juga bagian penting dari kekayaan Indonesia yang harus dijaga bersama.
Di tengah dunia yang terus berubah, pesan dari masyarakat Papua ini terasa sederhana namun kuat: menjaga hutan berarti menjaga kehidupan, menjaga budaya, dan menjaga masa depan generasi yang akan datang. 🌿❤️





