SORONG — Kabar bahagia datang buat para guru di Indonesia yang belum punya gelar sarjana. Pemerintah lewat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengalokasikan program kuliah S1/D4 gratis untuk 150 ribu guru pada tahun 2026.
Informasi itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dan kembali dimuat mambruks pada Selasa, 27 Mei 2026.
Program ini ditujukan khusus bagi guru yang sampai sekarang belum menyelesaikan pendidikan D4 atau S1. Nantinya, mereka bakal mendapat bantuan biaya kuliah sebesar Rp3 juta per semester.
Yang bikin makin menarik, pemerintah juga memakai sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jadi pengalaman mengajar para guru selama bertahun-tahun bisa diakui sebagai bagian dari kredit kuliah mereka. Artinya, proses kuliah bisa jadi lebih cepat selesai.
Abdul Mu’ti bilang, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus kesejahteraan guru di seluruh Indonesia.
Menurutnya, setelah para guru menyelesaikan pendidikan S1 atau D4, mereka nantinya bisa lanjut mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk mendapatkan sertifikasi resmi dan tunjangan profesi guru.
Program ini juga disebut jadi salah satu langkah besar pemerintah supaya kualitas tenaga pengajar di Indonesia makin meningkat, apalagi masih banyak guru di daerah yang belum memiliki ijazah sarjana.
Selain program kuliah gratis, Kemendikdasmen juga sedang mendorong pelatihan guru di bidang teknologi, termasuk coding, kecerdasan buatan (AI), hingga bimbingan konseling modern supaya dunia pendidikan Indonesia makin siap menghadapi era digital.





