INTAN JAYA — Dugaan pemotongan dan pengabaian bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, lagi ramai jadi perbincangan warga. Setelah banyak keluhan muncul di masyarakat, Ketua Tim PKH Intan Jaya akhirnya buka suara terkait persoalan tersebut pada Kamis, 22 Mei 2026.
Ketua Tim PKH Intan Jaya menjelaskan kalau selama ini penyaluran bantuan sosial memang menghadapi banyak tantangan di lapangan, terutama karena kondisi geografis Intan Jaya yang cukup sulit dijangkau. Beberapa wilayah bahkan harus ditempuh lewat jalur udara atau jalan kaki berjam-jam.
Meski begitu, ia membantah tuduhan bahwa pihaknya sengaja melakukan pemotongan bantuan masyarakat. Menurutnya, sebagian persoalan muncul karena data penerima bantuan yang belum sinkron serta kendala administrasi saat proses penyaluran.
Belakangan ini, sejumlah warga mengaku kecewa karena merasa hak mereka sebagai penerima PKH tidak diberikan penuh. Ada juga warga yang mengaku namanya terdaftar sebagai penerima bantuan, tapi bantuan tersebut belum mereka terima sampai sekarang.
Persoalan ini kemudian ramai dibahas masyarakat dan menjadi sorotan publik di Papua Tengah. Banyak warga meminta pemerintah daerah dan pihak terkait melakukan pengecekan ulang supaya bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Tim PKH Intan Jaya mengatakan pihaknya siap melakukan evaluasi dan membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar persoalan bantuan sosial bisa diselesaikan secara baik. Ia juga meminta warga melapor jika menemukan dugaan penyimpangan di lapangan.
Program Keluarga Harapan sendiri merupakan bantuan sosial dari pemerintah untuk membantu keluarga kurang mampu, terutama dalam kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.
Sampai sekarang, proses penyaluran dan pendataan penerima bantuan di Intan Jaya masih terus dilakukan sambil menunggu penyelesaian berbagai laporan dan keluhan dari masyarakat terkait dugaan pemotongan maupun pengabaian bantuan PKH tersebut.





