SENTANI – Kabupaten Jayapura mulai dilirik sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan pemerintah pusat itu dinilai berjalan cukup aktif di wilayah Papua, terutama dalam mendukung kebutuhan gizi pelajar dan melibatkan masyarakat lokal.
Pemerintah Kabupaten Jayapura disebut serius mendukung program MBG yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Berbagai sekolah di Sentani dan sekitarnya sudah mulai menjalankan pembagian makanan bergizi bagi siswa, lengkap dengan pengawasan pemerintah daerah dan dukungan masyarakat.
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, sebelumnya bahkan turun langsung meninjau pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 2 Sentani. Dalam kunjungan itu, sebanyak 1.199 siswa menerima makanan bergizi berupa nasi, sayur, telur, susu, dan buah sesuai standar gizi anak sekolah.
Program MBG di Papua juga mendapat perhatian dari Badan Gizi Nasional (BGN). Tingginya antusias masyarakat membuat Kabupaten Jayapura dianggap punya potensi besar menjadi contoh pengembangan program MBG di wilayah timur Indonesia.
Selain membantu kebutuhan gizi anak-anak sekolah, program ini juga disebut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Banyak mama-mama Papua, petani, hingga pelaku usaha kecil mulai dilibatkan dalam penyediaan bahan makanan untuk dapur gizi MBG.
Pemerintah daerah menilai keberhasilan program MBG bukan cuma soal pembagian makanan gratis, tapi juga tentang membangun generasi muda Papua yang sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan. Karena itu, Pemkab Jayapura terus mendorong agar program ini berjalan rutin dan menjangkau lebih banyak sekolah.
Meski begitu, tantangan masih ada. Pemerintah Provinsi Papua sebelumnya menyebut Jayapura masih membutuhkan sekitar 20 dapur gizi agar program MBG bisa menjangkau seluruh siswa secara merata. Saat ini, jumlah dapur aktif masih sangat terbatas dibanding kebutuhan penerima manfaat yang terus meningkat.
Banyak warga berharap status sebagai role model nasional bukan cuma jadi kebanggaan semata, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata bagi pendidikan dan kesehatan anak-anak Papua ke depan.





