JAYAPURA – Laga panas Persipura Jayapura lawan Adhyaksa FC nggak cuma ninggalin kekecewaan buat suporter, tapi juga berujung kerusuhan besar di Stadion Lukas Enembe, Jayapura.
Setelah Persipura kalah tipis 0-1 dalam pertandingan playoff promosi, suasana stadion langsung memanas. Sejumlah suporter kecewa berat dan mulai turun ke lapangan hingga situasi berubah chaos. Polisi akhirnya mengamankan 14 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan tersebut.
Kerusuhan itu bikin kondisi stadion mencekam. Beberapa fasilitas rusak, puluhan kendaraan dilaporkan dibakar atau dirusak massa, bahkan ada aparat kepolisian yang ikut jadi korban luka saat mencoba mengendalikan situasi.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, 14 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Jayapura untuk mendalami keterlibatan mereka dalam aksi ricuh tersebut. Sampai sekarang polisi masih terus melakukan pendataan kerugian akibat insiden itu.
Nggak cuma aparat, PSSI juga ikut angkat suara soal kerusuhan ini. Mereka menyayangkan aksi anarkis yang terjadi karena dianggap bisa mencoreng nama sepak bola Indonesia yang saat ini sedang jadi perhatian dunia internasional.
Padahal, buat masyarakat Papua, Persipura bukan sekadar klub bola biasa. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu sudah jadi simbol kebanggaan dan harga diri daerah selama puluhan tahun.
Sayangnya, kekalahan di laga penting ini justru berakhir dengan situasi yang bikin banyak orang sedih dan kecewa. Banyak netizen juga berharap suporter ke depannya bisa lebih dewasa dalam mendukung tim kesayangan, apapun hasil akhirnya.





