PAPUA – Kabar kurang oke datang dari Papua. Nilai ekspor di Maret 2026 turun drastis—bahkan hampir setengah dari bulan sebelumnya! 😱
Kepala BPS Papua, Adriana Helena, bilang kalau ekspor Papua di Maret 2026 lagi turun lumayan drastis.
Total nilainya cuma sekitar US$3,55 juta, turun jauh banget—sekitar 47,38% dibanding Februari yang masih di angka US$6,74 juta.
Kalau dilihat dari jenisnya, ekspor Papua masih didominasi sektor nonmigas yang hampir full, nyentuh 99,98% (sekitar US$3,54 juta).
Sementara itu, sektor migas cuma nyumbang tipis banget—sekitar 0,02% atau cuma US$0,55 ribu.
Berdasarkan data, total ekspor Papua cuma mencapai sekitar US$3,55 juta, turun tajam 47,38% dibanding Februari yang masih di angka US$6,74 juta.
Penurunan ini jelas jadi sorotan, karena ekspor biasanya jadi salah satu penopang utama ekonomi daerah. Kalau turun segini besar, efeknya bisa terasa ke berbagai sektor.
Meski begitu, kondisi ini belum tentu permanen. Fluktuasi ekspor bisa terjadi karena banyak faktor, seperti permintaan pasar global, harga komoditas, sampai kondisi distribusi dan produksi di daerah.
Yang pasti, angka ini jadi warning buat pemerintah dan pelaku usaha buat cari strategi biar ekspor bisa kembali naik dan ekonomi tetap stabil.
Intinya, Papua lagi “ngerem” di sektor ekspor—dan sekarang semua pihak harus cari cara biar bisa tancap gas lagi.





