JAKARTA – Kabar duka datang lagi dari Papua… 😢
Sebanyak 15 warga dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kekerasan yang terjadi di wilayah Papua.
Kepala Sekretariat Komnas HAM Papua Fritz Ramandey bilang, kalau pengakuan ini diperoleh seusai lembaganya memintai keterangan yang bersangkutan.
Menurutnya, ada dugaan kalau sebagian korban yang sebenarnya masih selamat justru terkena tembakan dalam kejadian tersebut. Hal ini jadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan warga sipil. Ini disampaikannya saat hadir secara virtual dalam jumpa pers di Komnas HAM, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Fritz juga bilang, kalau kontak tembak terjadi pada 13 April 2026 dan eskalasi memuncak pada 14 April 2026.
Dia menegaskan kalau pihaknya masih terus mengumpulkan data dan fakta di lapangan buat memastikan kronologi sebenarnya. Soalnya, informasi dari berbagai pihak masih berbeda-beda.
Di sisi lain, aparat TNI membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kalau operasi yang dilakukan ditujukan untuk menghadapi kelompok bersenjata, bukan warga sipil.
Situasi ini bikin banyak pihak minta agar investigasi dilakukan secara transparan dan adil, supaya jelas siapa yang bertanggung jawab dan kejadian seperti ini nggak terulang lagi.
Intinya, kejadian ini jadi pengingat kalau konflik yang terjadi nggak cuma berdampak ke pihak tertentu, tapi juga bisa kena ke masyarakat sipil yang seharusnya dilindungi. 🙏





