JAYAPURA — TNI masih melakukan pencarian terhadap sembilan perempuan asal Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang disebut dibawa oleh kelompok bersenjata (KKB).
Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto mengatakan upaya pencarian terus dilakukan agar para perempuan tersebut bisa segera kembali ke keluarga.
“Kami terus berupaya mencari agar dapat memulangkan mereka dan kembali ke tengah keluarganya,” kata Vivin saat dihubungi dari Jayapura, Minggu (23/8/2026).
Menurut Vivin, awalnya terdapat 11 perempuan yang dibawa kelompok tersebut. Namun, dalam kejadian itu dua orang mengalami penembakan. Salah satunya, seorang mama, meninggal dunia.
Sementara seorang perempuan lainnya dilaporkan jatuh ke jurang. Korban kemudian berhasil dievakuasi pada Jumat (21/8/2026) dan kini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Timika.
Kejadian Berlangsung 16-17 Agustus
Vivin menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada 16-17 Agustus 2026 di wilayah Jila, Kabupaten Mimika.
Saat ini TNI bersama pemerintah daerah terus berupaya memulihkan situasi keamanan di wilayah tersebut. Selain pencarian terhadap sembilan perempuan yang masih belum kembali, bantuan kebutuhan makanan juga diberikan kepada masyarakat.
“Mereka takut pergi ke kebun,” jelas Vivin.
Kondisi tersebut membuat TNI dan pemerintah daerah ikut membantu memenuhi kebutuhan makanan warga agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan selama situasi keamanan belum sepenuhnya pulih.
Diduga Dibawa Kelompok dari Ndugama
Vivin menyebut kelompok yang diduga membawa warga sipil tersebut berasal dari Kodap III Ndugama. Jarak wilayah kelompok tersebut dengan lokasi kejadian disebut tidak terlalu jauh dan dapat ditempuh sekitar dua hari berjalan kaki.
Para perempuan yang dibawa bukan hanya mama-mama, tetapi juga terdapat anak perempuan.
“Mereka yang dibawa KKB selain mama-mama juga ada anak perempuan dan berharap dapat segera dipulangkan agar berkumpul kembali dengan keluarga,” kata Vivin.
Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan. TNI juga berupaya memastikan kondisi keamanan di wilayah Jila agar proses pemulangan warga dapat berjalan dengan baik.





