PAPUA – Masalah malaria di Indonesia ternyata masih serius banget—dan faktanya cukup bikin kaget. Sekitar 95% kasus malaria nasional justru terkonsentrasi di Tanah Papua.
Menurut data Kementerian Kesehatan, sepanjang 2025 ada sekitar 700 ribu kasus malaria di Indonesia. Nah, dari jumlah itu, sekitar 600 ribu kasus berasal dari Papua aja. Sementara di luar Papua, jumlahnya jauh lebih kecil.
Artinya, kalau kasus malaria di Papua bisa ditekan, dampaknya bakal langsung terasa secara nasional. Jadi fokus utama pemerintah sekarang memang ada di wilayah Papua.
Salah satu daerah yang jadi sorotan adalah Mimika. Di sana, jumlah kasusnya paling tinggi, bahkan menyumbang sekitar 27% dari total kasus malaria di Indonesia.
Buat ngatasin ini, pemerintah pakai strategi yang disebut TOKEN (Temukan, Obati, dan Kendalikan). Intinya, kasus harus cepat ditemukan, langsung diobati, dan penyebarannya dikontrol biar nggak makin luas.
Tapi tantangannya nggak gampang. Mulai dari kondisi geografis yang sulit dijangkau, sampai mobilitas penduduk yang tinggi—ini bikin malaria gampang menyebar lagi, bahkan ke daerah yang sebelumnya sudah bebas.
Meski begitu, ada kabar baik juga. Sekarang sudah ada ratusan kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil bebas malaria, bahkan beberapa provinsi juga sudah nol kasus. Tinggal Papua yang jadi fokus besar ke depan.
Intinya, perang melawan malaria di Indonesia sekarang benar-benar “berpusat” di Papua. Kalau berhasil di sini, peluang Indonesia bebas malaria makin dekat.





