spot_img
spot_img
HeadlinesPemuda Adat Moi Angkat Suara! Tolak Bendungan Warsamson, Tak Mau Tanah Adat...

Pemuda Adat Moi Angkat Suara! Tolak Bendungan Warsamson, Tak Mau Tanah Adat Terancam

Pemuda adat Moi melakukan aksi penolakan pembangunan Bendungan Warsamson karena dinilai mengancam wilayah adat dan sumber kehidupan masyarakat.

Must read

SORONG – Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) PD Moi Kelim turun aksi dan dengan tegas nolak rencana pembangunan Bendungan Warsamson.

Aksi ini digelar di pinggir Sungai Warsamson, Senin (27/4/2026), sebagai bentuk protes karena proyek itu dinilai bisa ngancem wilayah adat mereka di lembah Klasow.

Sekelompok pemuda adat Moi ini turun langsung ke lapangan dan dengan tegas menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan Bendungan Warsamson.

Buat mereka, ini bukan sekadar proyek pembangunan biasa. Ada kekhawatiran besar kalau bendungan ini bisa mengancam wilayah adat, hutan, dan sumber kehidupan yang selama ini jadi tumpuan hidup masyarakat.

Soraya Doo selaku koordinator aksi sekaligus Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) PD Moi Kelim, blak-blakan bilang kalau pembangunan bendungan ini nggak bakal kasih dampak positif buat masyarakat adat yang tinggal di sepanjang Sungai Warsamson.

Menurut dia, justru proyek ini lebih kelihatan kayak memperluas kepentingan korporasi di wilayah hukum adat suku Moi—bukan buat kesejahteraan warga. Jadi wajar kalau mereka tegas nolak.

Para pemuda ini juga menegaskan bahwa tanah dan alam di sekitar Sungai Warsamson bukan cuma tempat tinggal, tapi bagian dari identitas dan kehidupan mereka. Jadi wajar kalau mereka berdiri di garis depan buat mempertahankannya.

Aksi yang dilakukan berlangsung damai, tapi pesannya jelas dan tegas: mereka nggak mau pembangunan yang mengorbankan hak dan kehidupan masyarakat adat.

Isu ini juga jadi perhatian karena berkaitan dengan proyek besar yang dinilai punya dampak jangka panjang—bukan cuma ke lingkungan, tapi juga ke sosial dan budaya masyarakat setempat.

Harapannya, suara yang disampaikan ini bisa didengar dan jadi bahan pertimbangan sebelum proyek benar-benar dijalankan.

Intinya: Ini bukan sekadar penolakan…Tapi perjuangan menjaga tanah, identitas, dan masa depan.

Anda dapat membaca berbagai berita-berita teraktual kami di platform Google News.

spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Recent

Popular