JAYAPURA – Manajemen Persipura Jayapura akhirnya buka suara soal naiknya harga tiket di laga penutup musim yang bakal digelar 3 Mei 2026.
Menurut manajer tim, Owen Rahadiyan keputusan ini bukan asal naik aja, tapi karena ada banyak faktor yang bikin biaya operasional makin tinggi—terutama soal logistik dan transportasi di Papua yang memang nggak murah.
Kenaikan harga bahan bakar juga ikut berdampak, apalagi buat perjalanan udara yang jadi kebutuhan utama tim. Jadi mau nggak mau, manajemen harus menyesuaikan harga tiket supaya operasional tim tetap jalan.
Meski begitu, pihak manajemen tetap berusaha menjaga supaya sepak bola tetap bisa dinikmati semua kalangan. Mereka juga bilang kalau harga tiket Persipura sebenarnya masih tergolong wajar kalau dibandingkan dengan klub lain di kompetisi yang sama.
Menariknya, ke depan manajemen juga berencana bikin sistem harga yang lebih fleksibel—misalnya ada kategori khusus buat pelajar, lansia, dan masyarakat umum biar lebih terjangkau.
Harga naik memang bikin mikir dua kali…Tapi di balik itu, ada perjuangan buat menjaga tim tetap hidup dan terus bersaing.





